Parlemen Ukraina sahkan resolusi pastikan Zelenskyy tetap presiden

5 hours ago 4

Moskow (ANTARA) - Parlemen Ukraina pada Selasa (25/2) mengesahkan resolusi yang menegaskan bahwa Volodymyr Zelenskyy akan tetap menjabat sebagai presiden selama masa perang.

Dengan 268 suara setuju, dan 12 anggota parlemen abstain, Verkhovna Rada menyetujui resolusi tersebut, yang menyatakan bahwa kekuasaan Zelenskyy akan berlanjut hingga berakhirnya hukum darurat militer.

Verkhovna Rada adalah Dewan Tertinggi Ukraina yang terdiri dari 424 anggota parlemen. Dipimpin oleh seorang ketua dan berkedudukan di ibukota Kiev.

Dalam resolusi itu disebutkan bahwa, sesuai dengan Konstitusi, Zelenskyy tetap menjadi presiden Ukraina yang terpilih secara sah, dan pemilu baru akan diadakan setelah perdamaian dipulihkan.

Masa jabatan lima tahun Zelenskyy seharusnya berakhir pada Mei 2024.

Upaya pertama untuk mengesahkan resolusi itu pada Senin (24/2) gagal, karena hanya memperoleh 218 suara, kurang dari 226 suara yang diperlukan.

Kegagalan itu disebabkan oleh penolakan Partai Solidaritas Eropa, yang dipimpin oleh mantan Presiden Petro Poroshenko. Namun, pada Selasa, Poroshenko mengumumkan bahwa fraksinya tidak akan lagi menghalangi pengesahan undang-undang pertahanan dan internasional yang dianggap penting.

Sebelumnya, pada awal bulan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan legitimasi Zelenskyy, dengan mengeklaim bahwa dia hanya memiliki dukungan 4 persen dari publik dan menyebutnya sebagai "diktator tanpa pemilu".

Sementara itu, pada Senin, Presiden Rusia Vladimir Putin menuding bahwa Zelenskyy menghindari negosiasi dengan Rusia karena perundingan bisa menyebabkan darurat militer segera dicabut.

Jika hal itu terjadi, Zelenskyy akan kehilangan alasan untuk menunda pemilu, yang menurut Putin, berusaha dihindari oleh Zelenskyy.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Resolusi DK PBB desak pengakhiran konflik Ukraina-Rusia

Baca juga: Trump: Putin dan Zelenskyy perlu bertemu untuk perundingan damai

Baca juga: Diplomat: Negosiasi damai tak mungkin dilakukan tanpa Ukraina

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |