Jakarta (ANTARA) - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi memastikan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bakal mengalokasikan dananya untuk berinvestasi bagi masyarakat Indonesia di bidang teknologi.
Hasan yang ditemui di Jakarta Barat, Rabu, menyebutkan bahwa investasi di bidang teknologi merupakan hal yang diperhatikan oleh Danantara karena teknologi saat ini sudah menjadi komponen penting dalam membangun negara di masa depan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Ada kan (investasinya), akan ada pembangunan pusat-pusat artificial intelligence (AI). Itu kan teknologi," kata Hasan.
Meski tidak mengungkap secara detail besaran investasi untuk bidang teknologi, namun pembangunan pusat AI dipastikan akan berjalan sesuai dengan komitmen dan pernyataan yang disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan badan tersebut.
Baca juga: PCO minta masyarakat nantikan manfaat hadirnya Danantara
Menurut Hasan, Danantara meski dikenalkan sebagai badan pengelolaan investasi, namun sebenarnya badan ini adalah instrumen yang penting dalam mendukung perencanaan pembangunan Indonesia di masa depan sebagai sebuah bangsa dan juga menjadi instrumen untuk mencapai kemajuan.
Karena diproyeksikan untuk masa depan maka tentunya teknologi tidak boleh ditinggalkan pengembangannya. Hadirnya Danantara justru harus bisa menjadi penggerak agar investasi teknologi bisa dikelola oleh dana dari dalam negeri dan tidak bergantung sepenuhnya pada investasi asing.
"Hari ini kita punya modal yang ternyata kalau dikumpulkan cukup loh. Cukup mampu untuk membiayai hilirisasi pengelolaan sumber daya alam, cukup mampu untuk membangun kilang-kilang mampu untuk membangun pusat-pusat artificial intelligence, AI, dan tidak perlu lagi betul-betul bergantung sepenuhnya dari luar, kita punya kekuatan kita sendiri. Namanya Daya Anagata Nusantara, kekuatan masa depan Indonesia," ujar Hasan.
Baca juga: Istana: Danantara konsolidasi aset negara bangun industri strategis
Sebelumnya pada Senin (24/2), dalam peluncuran Danantara di Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto sempat menyinggung sektor-sektor yang akan mendapatkan alokasi dana investasi dari Danantara.
Secara keseluruhan Prabowo mengatakan bahwa Danantara sebagai dana kekayaan Negara atau sovereign wealth fund Indonesia itu, akan mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan proyeksi dana awal mencapai 20 miliar dolar AS yang diinvestasikan pada 20 proyek strategis.
"Akan difokuskan pada hilirisasi nikel, bauksit, tembaga, pembangunan pusat data kecerdasan buatan, kilang minyak, pabrik petrokimia, produksi pangan dan protein, akuakultur, serta energi terbarukan. Inilah sektor-sektor yang akan menentukan masa depan kita, ketahanan kita, dan kemandirian bangsa kita," kata Prabowo saat meluncurkan Danantara.
Baca juga: PCO: Presiden ingin pangan stabil agar Ramadhan tenang-menyenangkan
Baca juga: PCO: Kebijakan DHE SDA akan perkuat ekonomi nasional
Baca juga: Bakohumas latih humas makin responsif beri informasi bagi masyarakat
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025