Istanbul (ANTARA) - NATO mengerahkan instalasi sistem rudal Patriot tambahan ke provinsi Adana di Turki selatan demi melindungi pangkalan militer Incirlik yang ditempati personel militer AS dan sekutu, menurut Kementerian Pertahanan Turki.
"Demi memastikan keamanan ruang udara dan warga kami, selain dengan langkah nasional, instalasi sistem Patriot dari Komando Udara Sekutu di Ramstein/Jerman, telah dikerahkan ke Adana, melengkapi sistem Patriot dari Spanyol yang sudah ada," kata juru bicara Kemhan Turki Zeki Akturk, Rabu (18/3).
Akturk menyampaikan bahwa pekan lalu, sebuah instalasi sistem pertahanan udara Patriot telah dikerahkan ke provinsi Malatya di Turki tenggara demi melindungi stasiun radar peringatan dini Kurecik di sana.
Pada 13 Maret, Kemhan Turki mengatakan bahwa sistem pertahanan udara NATO telah mencegat rudal balistik ketiga yang diluncurkan dari Iran sejak dimulainya serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari.
Sementara, Duta Besar Iran untuk Turki Mohammad Hassan Habibollahzadeh mengatakan bahwa Teheran tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa rudal yang dicegat di Turki diluncurkan oleh pihak ketiga.
Sebelumnya, Turki juga telah meminta Iran untuk menahan diri dari eskalasi lebih lanjut di Kawasan Timur Tengah menyusul penghancuran rudal lainnya di wilayah ruang udara Turki.
"Sangat penting agar ketegangan di kawasan (Timur Tengah) tidak meningkat dan konflik tidak menyebar ke wilayah yang lebih luas. Sekali lagi, kami mendesak semua pihak, terutama Iran, untuk menahan diri dari tindakan yang membahayakan keamanan regional dan dapat membahayakan penduduk sipil," kata kepala komunikasi kantor kepresidenan Turki, Burhanettin Duran pada Senin (9/3)..
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Rusia hingga Turki tawarkan mediasi konflik, Iran masih enggan
Baca juga: Turki batasi ekspor komoditas makanan imbas perang di Timteng
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































