Nasabah di Jawa Barat mulai tinggalkan layanan konvensional Pegadaian

6 hours ago 6

Bandung (ANTARA) - Pegadaian Kanwil X mencatatkan pergeseran perilaku nasabah di Jawa Barat yang kini lebih memilih layanan digital dibandingkan mendatangi kantor cabang fisik, seiring dengan lonjakan transaksi melalui platform elektronik hingga empat kali lipat sepanjang tahun 2025.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Dede Kurniawan di Bandung, Minggu, mengatakan tren adaptasi digital masyarakat di wilayahnya tumbuh signifikan, yang tercermin dari volume penggunaan aplikasi terintegrasi.

"Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Jawa Barat terhadap peralihan layanan ke digital. Pertumbuhan transaksi digital yang naik empat kali lipat ini membuktikan bahwa kehadiran platform Tring! benar-benar menjawab kebutuhan nasabah akan kemudahan akses tanpa harus datang langsung ke outlet," kata Dede.

Secara nasional, perusahaan plat merah itu mencatatkan lebih dari 34 juta transaksi digital sepanjang 2025, atau melonjak sekitar 324 persen secara tahunan (Year on Year). Adapun jumlah nasabah aktif transaksi digital melampaui 4,6 juta nasabah, meningkat 244 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dede menjelaskan bahwa di Jawa Barat, peningkatan tersebut tidak hanya didominasi oleh nasabah ritel, melainkan juga menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan fitur pembiayaan mikro secara daring.

"Inovasi ini sejalan dengan karakteristik masyarakat Jawa Barat yang dinamis dan tech-savvy. Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat agar semakin akrab dengan ekosistem digital Pegadaian," katanya.

Memasuki awal tahun 2026, perusahaan mulai mengoperasikan pembaruan aplikasi versi 8.3.0 dengan penambahan fitur strategis seperti pembayaran gadai untuk pihak lain serta fleksibilitas transaksi mikro.

Dede optimistis dengan pembaruan sistem ini, jangkauan layanan finansial dapat menyentuh masyarakat hingga ke pelosok daerah di Jawa Barat tanpa hambatan geografis.

Transformasi ini disebut Dede, menandai transisi perusahaan dari fase penguatan fondasi menuju akselerasi skala ekonomi berbasis ekosistem digital guna memperluas inklusi keuangan di tanah air.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga di Jawa Barat, hingga ke pelosok, memiliki akses yang sama terhadap solusi keuangan Pegadaian melalui genggaman ponsel mereka," tutur Dede.

Baca juga: OJK perkuat ekosistem pergadaian nasional lewat tiga fase pengembangan

Baca juga: OJK siapkan penyesuaian empat aturan demi hapus usaha gadai ilegal

Baca juga: OJK sesuaikan aturan pergadaian guna ciptakan kemudahan berusaha

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |