Kerja sama pengurangan emisi Filipina-Singapura jadi contoh di ASEAN

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kesepakatan implementasi bersama Filipina dan Singapura terkait kerja sama iklim berintegritas tinggi dan transfer hasil pengurangan emisi (ITMO) dinilai sebagai contoh baik yang dapat ditiru oleh semua negara anggota ASEAN.

Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Alam (SDA) Filipina Juan Miguel T. Cuna mengatakan implementasi bersama antara Filipina dan Singapura itu membuka peluang investasi baru di sektor energi terbarukan, pengelolaan sampah, pengurangan metana, dan pertanian cerdas di tengah upaya mitigasi perubahan iklim.

"Kesepakatan tersebut merefleksikan kekuatan dari kemitraan yang dibangun oleh rasa saling percaya, transparansi, dan ambisi bersama," kata Menteri Cuna dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu

Senada dengan menteri Filipina itu, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu menuturkan kolaborasi tersebut akan mengalirkan pendanaan iklim ke proyek-proyek berdampak di Filipina serta membuka peluang dalam hal pasar karbon untuk komunitas lokal di Filipina.

Kesepakatan itu, tambah Menteri Fu, juga membuka jalan bagi ASEAN dalam membangun masa depan rendah karbon yang membawa manfaat nyata bagi kawasan.

Baca juga: ASEAN sepakat tingkatkan langkah bersama atasi dampak perubahan iklim

Pejabat tinggi di Kementerian Lingkungan dan SDA Filipina Analiza Teh menjelaskan kerja sama implementasi Filipina dan Singapura itu menunjukkan bahwa kerja sama regional di bidang pasar karbon tak lagi sekadar teori, tetapi sudah menjadi aksi nyata.

Kesepakatan tersebut diteken menteri lingkungan dari kedua negara di sela-sela Pekan Iklim ASEAN di Filipina pada Kamis (30/4).

Kesepakatan bilateral itu disusun dengan merujuk pada Pasal 6.2. dari Kesepakatan Paris 2015, yang memungkinkan negara-negara mentransfer hasil pengurangan emisi dalam mekanisme bilateral untuk mencapai target kontribusi iklim nasional.

Dengan implementasi bersama Filipina-Singapura tersebut, kedua negara itu kini dapat mengoordinasikan langkah mitigasi bersama, transfer ITMO, dan mengembangkan sistem tata kelola sesuai dengan Kesepakatan Paris dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Baca juga: Filipina: ASEAN dorong migrasi tenaga kerja yang adil dan aman

Menyusul penandatanganan kesepakatan tersebut, Filipina dan Singapura akan mengaktifkan komite bersama, mendirikan dan mengintegrasikan register nasional ITMO, serta membuka proses otorisasi proyek formal untuk kegiatan mitigasi.

Kesepakatan semacam itu dinilai mengisyaratkan kesiapan berpartisipasi dalam pasar karbon berintegritas tinggi untuk mendatangkan investasi hijau dan meningkatkan daya saing dalam bidang investasi karbon di Asia Tenggara.

Selain itu, pemasukan dari transfer ITMO dapat mendukung upaya reforestasi, perlindungan hutan, pembangunan energi berkelanjutan, dan inisiatif berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak perubahan iklim.

Baca juga: ASEAN dorong penguatan perdagangan kawasan di tengah konflik Timteng

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |