Meta rilis Muse, agen AI yang bisa kirim email hingga berbelanja

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Meta memperkenalkan Muse, agen kecerdasan artifisial (AI) yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan sehari-hari seperti berbelanja, mengirim email, hingga merencanakan perjalanan.

Dilansir dari laporan Engadget pada Selasa (8/9) waktu setempat, Muse memiliki kemampuan lebih canggih daripada Meta AI. Berbeda dari asisten Meta AI yang hanya bisa menjawab pertanyaan atau membantu tugas tertentu, Muse dapat menjalankan pekerjaan yang lebih kompleks secara mandiri setelah diberi instruksi oleh pengguna.

Misalnya, pengguna cukup memberi tahu Muse apa yang ingin dilakukan. Selanjutnya, Muse dapat membantu menyusun rencana, mengatur waktu dan sumber daya yang dibutuhkan, lalu mengerjakan tugas tersebut tanpa harus terus-menerus diarahkan oleh pengguna.

Baca juga: Meta jajaki kesepakatan penyewaan pusat data dengan Antrhopic

Baca juga: Meta luncurkan Pocket, aplikasi gim dengan AI

Kemampuan Muse juga bergantung pada akses yang diberikan pengguna. Agen AI ini dapat terhubung dengan berbagai layanan milik Meta maupun aplikasi pihak ketiga, termasuk Google Workspace, Ticketmaster, OpenTable, Spotify, dan Apple Health.

Sebagai contoh, pengguna bisa meminta Muse mengumpulkan video resep yang pernah mereka simpan di Instagram dan Facebook, lalu menyusunnya agar lebih mudah dibaca. Setelah itu, Muse dapat membuat daftar bahan yang diperlukan, membandingkan harga, bahkan membantu melakukan pemesanan secara daring.

Muse juga dapat terhubung dengan layanan pihak ketiga yang menyediakan API publik. Dengan kemampuan tersebut, Muse memiliki ruang yang cukup luas untuk menjalankan berbagai tugas, terutama jika pengguna bersedia memberikan akses ke lebih banyak layanan dan informasi pribadi.

Namun, pengguna harus memberikan kepercayaan yang lebih tinggi kepada Muse untuk menjalankan tugas-tugas tertentu. Meta mengatakan telah menyiapkan sistem keamanan untuk mencegah agen AI melakukan tindakan yang tidak diinginkan sekaligus melindungi data pengguna.

Muse akan meminta persetujuan sebelum melakukan tindakan tertentu yang memiliki dampak langsung terhadap data pengguna, seperti mengirim email atau menyelesaikan pembelian. Sementara itu, tugas yang dianggap berisiko rendah dapat dilakukan tanpa meminta persetujuan.

Pada aspek keamanan data pengguna, Meta juga memberikan pilihan kepada pengguna untuk tidak mengizinkan percakapan mereka digunakan sebagai bahan pelatihan AI. Meta juga menegaskan isi percakapan dengan Muse tidak akan dibagikan kepada sistem iklan perusahaan.

Meta juga menjalankan Muse pada mesin virtual khusus. Sistem tersebut dirancang untuk memisahkan agen dan data yang dapat diakses setiap pengguna sehingga tidak tercampur dengan pengguna lain.

Meski demikian, Meta mengakui Muse tetap dapat melakukan kesalahan. Perusahaan mengatakan sistem keamanan yang disiapkan diharapkan dapat mengurangi kemungkinan kesalahan sekaligus membatasi dampaknya jika terjadi.

Muse menjadi bagian dari ambisi Meta untuk membuat agen AI yang dapat membantu pengguna dalam berbagai aktivitas, termasuk pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak langkah.

Meta bahkan membayangkan agen seperti Muse dapat terus bekerja di latar belakang sistem untuk membantu menyelesaikan berbagai tugas pengguna.

Untuk memudahkan penggunaan saat bepergian, Meta juga berencana menghadirkan Muse di WhatsApp dan kacamata pintarnya. Dengan begitu, pengguna dapat berinteraksi dengan agen AI tersebut tanpa harus selalu membuka komputer atau ponsel.

Perusahaan mengatakan sebagian besar kebutuhan pengguna akan dapat dipenuhi secara gratis. Sementara itu, pengguna yang ingin mengakses kemampuan Muse yang lebih canggih kemungkinan harus membeli layanan berbayar.

Baca juga: Meta bagikan 15.000 kacamata AI untuk penyandang tunanetra di Irlandia

Baca juga: WhatsApp bakal perangi "scammers" dengan fitur pengingat berbasis AI

Baca juga: WhatsApp hadirkan agen AI untuk bantu bisnis layani pelanggan 24 jam

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |