Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah memperkuat koordinasi dalam upaya mitigasi potensi perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah fenomena El Nino yang semakin tinggi.
“Kewaspadaan semua pihak menjadi penting untuk mencegah karhutla, terutama ketika kondisi iklim tahun ini berpotensi lebih kering dan panas dibandingkan periode normal,” kata Menhut dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, Raja Antoni kembali mengingatkan ancaman El Nino tahun ini yang memiliki kemiripan dengan fenomena El Nino pada tahun 2015.
Oleh karena itu, ia mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan kondisi iklim bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk untuk mengantisipasi dampaknya terhadap potensi karhutla.
“Per hari ini lebih tinggi dari 2015. Ini data dari BMKG yang kami selalu koordinasi. Sampai pagi ini saya terus berkoordinasi dengan BMKG,” kata dia.
Berdasarkan data BMKG, El Nino saat ini berada pada intensitas sangat kuat dengan indeks Nino 3.4 mencapai +2,19. Kondisi tersebut menunjukkan suhu muka laut di Samudera Pasifik lebih hangat dibandingkan kondisi normal dan berpotensi menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia.
Ancaman tersebut berpotensi semakin meningkat karena kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi memasuki fase positif pada September-November 2026, yang berpotensi semakin mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Baca juga: Manggala Agni pantau potensi asap karhutla Kalbar melintasi Malaysia
Baca juga: Manggala Agni: Luas karhutla di Inderagiri Hulu Riau capai 434 hektare
Menurut Menhut, fenomena El Nino yang datang lebih awal membuat kondisi cuaca menjadi lebih panas dan kering serta berlangsung lebih lama.
Situasi ini meningkatkan potensi terjadinya karhutla dan memperbesar risiko munculnya asap.
Menhut mengatakan, citra sebaran asap pada 16 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB menunjukkan asap terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan.
Selain itu, Menhut Raja Antoni mengingatkan masyarakat maupun korporasi agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca yang panas dan kering.
Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api sekecil apa pun, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Jangan membakar lahan. Masyarakat dan korporasi harus sama-sama waspada. Bahkan puntung rokok pun jangan sampai dibuang sembarangan, karena dalam kondisi kering seperti ini bisa menjadi sumber api,” kata dia.
Baca juga: Pemprov Kaltim manfaatkan skema dana karbon perkuat mitigasi karhutla
Baca juga: Kemenhut lakukan pendinginan karhutla Bromo pastikan tak ada bara api
Baca juga: 30 kejadian karhutla, Muara Enim Sumsel berstatus zona merah
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































