Menhan isyaratkan ke depan RI kedatangan banyak pesawat tempur baru

5 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan isyarat bahwa ke depan Indonesia akan kedatangan pesawat tempur dengan jumlah lebih besar.

Hal tersebut dikatakan Sjafrie seusai mengikuti acara penerimaan pesawat Hercules C-130 H yang telah menjalani perawatan dan pemeliharaan dari PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) kepada pihak Kemenhan RI di Hanggar Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu.

"Ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar," kata Sjafrie.

Namun demikian, Sjafrie tidak menjelaskan secara rinci berapa alutsista baru yang akan datang dan kapan kedatangan itu terjadi.

Dia menyebutkan ragam pesawat tempur baru itu dipastikan akan menjalani perawatan dan pemeliharaan mesin oleh industri pertahanan dalam negeri.

Upaya itu dilakukan agar Indonesia tidak ketergantungan dengan perusahaan alutsista asing.

"Jadi kita tidak hanya membeli alatnya, tapi kita beli sistemnya. Ini yang akan kita terapkan di Indonesia," jelas Sjafrie.

Baca juga: GMF serahkan pesawat C-130H A-1319 ke Kemenhan usai modernisasi

Menurut dia, kemampuan perusahaan dalam negeri dalam melakukan perawatan alutsista sudah teruji melihat dari keberhasilan PT.GMF dalam melaksanakan perawatan kelas berat pesawat Hercules C-130 H.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan peningkatan kemampuan industri penerbangan nasional karena sebelumnya perawatan kelas berat Hercules C-130 H dilakukan oleh Lockheed Martin.

Dia berharap keberhasilan industri pertahanan dalam negeri ini bisa berjalan dengan konsisten sehingga ke depan seluruh pesawat tempur baru TNI AU bisa ditangani penuh oleh putra-putri terbaik bangsa.

TNI AU dikabarkan akan kedatangan banyak pesawat tempur, salah satunya yakni pesawat tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Prancis.

Sejauh ini, TNI AU baru kedatangan enam pesawat tempur Rafale dari total 42 kontrak pembelian yang telah ditandatangani Kementerian Pertahanan.

Sisanya, pesawat Rafale itu akan datang secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Tidak hanya itu, TNI AU juga dikabarkan akan kedatangan ragam pesawat tempur salah satunya KF-21 Boramae dari Korea Selatan.

Baca juga: Menhan rapat bahas industri dalam negeri di pesawat Hercules

Baca juga: Menhan: Indonesia menuju kemandirian di bidang pemeliharaan alutsista

Baca juga: Menhan: MRO Kertajati dicanangkan jadi bengkel pesawat tempur AU

Pewarta: Walda Marison
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |