Jakarta (ANTARA) - Presiden Direktur BCA Finance Petrus Karim menyatakan pihaknya masih mempelajari program Motor Listrik Nasional (Molinas) sehingga belum menentukan bentuk kontribusi yang akan diambil untuk mendukung program ini.
“Kami belum bisa berkomentar karena ini baru ya, jadi kami masih mempelajari,” kata Petrus saat dikonfirmasi dalam konferensi pers BCA Expo 2026 di Jakarta, Rabu.
Meski begitu, ia memastikan BCA Finance, yang merupakan multifinance anak perusahaan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA, akan mendukung program pemerintah, termasuk Molinas.
“BCA sebagai bank yang cukup besar pasti akan mendukung program-program pemerintah. Pasti kami akan mendukung. Nanti kami akan lihat hasil mempelajari itu, kami bisa memposisikan diri, program seperti apa, dan sebagainya,” jelas Petrus.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) buatan dalam negeri beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Program itu menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat pembangunan industri motor listrik nasional dan mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Perkasa menyampaikan seluruh perbankan dan institusi finansial di bawah Danantara (Himbara/Himpunan Bank Milik Negara) siap mendukung Molinas untuk memberikan pendanaan dengan suku bunga lebih rendah.
Rosan juga menyampaikan bahwa Danantara berencana untuk membuat pembayaran awal atau down payment (DP) sebesar 10 persen untuk dikurangi, bahkan dihilangkan.
Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam membeli motor listrik.
“Sehingga kita mempunyai kemampuan untuk mengakselerasi produksi dari motor listrik nasional yang ada di Indonesia,” kata Rosan.
Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai potensi pasar motor listrik di Indonesia mencapai 170 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp3.036 triliun (kurs Rp17.858,70).
Baca juga: Kemenperin bidik industri kecil menengah masuk rantai pasok molinas
Baca juga: Menperin: Peluncuran Molinas momen pacu kemandirian industri RI
Baca juga: Prabowo janjikan insentif kredit ringan tanpa DP untuk motor listrik
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































