Kementerian ESDM catat bauran EBT terkoreksi jadi 17 persen

5 hours ago 5
Hari ini bauran energi baru terbarukan 17 persen. Kemarin, di triwulan pertama (2026) 18 persen, Pak Menteri. Mungkin ada sedikit masuk pembangkit gas dan seperti lainnya, maka sedikit terkoreksi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran energi baru dan terbarukan (EBT) terkoreksi dari 18 persen menjadi 17 persen, yang diperkirakan disebabkan oleh pembangkit gas.

“Hari ini bauran energi baru terbarukan 17 persen. Kemarin, di triwulan pertama (2026) 18 persen, Pak Menteri. Mungkin ada sedikit masuk pembangkit gas dan seperti lainnya, maka sedikit terkoreksi,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu.

Eniya menyampaikan porsi terbesar dari bauran EBT berasal dari FAME atau Fatty Acid Methyl Ester. Kontribusi FAME dalam bauran EBT Indonesia sebesar 5,2 persen.

FAME adalah komponen utama yang digunakan dalam program biodiesel sebagai bahan bakar ramah lingkungan yang dicampur ke solar fosil. FAME umumnya dibuat dari minyak kelapa sawit.

“Diikuti setelah itu adalah hidro (pembangkit listrik tenaga air) yang porsinya 3,5 persen dari bauran tadi,” ucap Eniya.

Sementara itu, lanjut dia, porsi panas bumi terhadap bauran EBT Indonesia di angka 2,2 persen.

Baca juga: Menteri Bahlil revisi aturan untuk beri insentif pengembangan PLTP

Baca juga: Bahlil minta pengembang panas bumi segera realisasikan proyek PLTP

“Kami harapkan di akhir RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) nanti, dengan naiknya 5,2 giga, porsinya menjadi 4,5 persen,” kata Eniya.

Selanjutnya, Eniya menyampaikan kontribusi terkecil berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yakni sebesar 0,5 persen.

Menurut Eniya, capaian tersebut memerlukan atensi, terlebih Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk pengembangan PLTS dengan kapasitas 100 GW.

“Kami harapkan itu bisa menjadi kontributor untuk menaikkan energi baru terbarukan,” kata Eniya.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 30 gigawatt (GW) dan menghentikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 13 GW pada tahun 2026.

Presiden mengatakan Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar karena mendapatkan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Kondisi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk menyediakan listrik, terutama di wilayah terpencil.

Terkait arahan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan segera membuka tender pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW), dengan tahap pertama sebesar 30 GW.

Baca juga: Pertamina NRE hadirkan PLTS untuk sekolah melalui Program SEB

Baca juga: KESDM: Potensi EBT 3.687 GW buka ruang pengembangan energi bersih RI

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |