FBI apresiasi Polri ungkap kasus manipulasi melalui modus BEC

4 hours ago 6
Terima kasih, berkat tindakan tegas dari Polri, kami berhasil memulihkan sebagian besar dana yang dicuri dari seorang korban warga Amerika

Jakarta (ANTARA) - Federal Bureau of Investigation (FBI) mengapresiasi Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri yang mengungkap kasus dugaan manipulasi informasi elektronik melalui modus Business E-mail Compromise (BEC).

“Terima kasih, berkat tindakan tegas dari Polri, kami berhasil memulihkan sebagian besar dana yang dicuri dari seorang korban warga Amerika,” kata FBI Assistant Law Enforcement Attaché di Kedutaan Besar Amerika Serikat, Son Nguyen, dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, penipuan melalui modus BEC bukan sekadar penipuan biasa, tetapi merupakan ancaman siber yang dapat merusak kepercayaan publik serta sektor komersial dan keuangan.

“Ini adalah ancaman canggih yang secara aktif merusak kepercayaan publik, mengikis stabilitas dalam sektor komersial dan keuangan kita serta merusak supremasi hukum,” ujarnya.

Nguyen mengatakan pengungkapan kasus tersebut menunjukkan penegak hukum tetap dapat menegakkan keadilan meskipun kejahatan siber tidak mengenal batas negara.

“Ketika kita menyelaraskan sumber daya, intelijen, dan tekad kita melintasi batas-batas negara, kita mengirimkan pesan yang jelas bahwa tidak ada tempat yang aman bagi mereka yang mengeksploitasi ekonomi keuangan digital kita bersama,” katanya.

Baca juga: Polri buru WN China yang diduga otak penipuan BEC

Dalam pengungkapan perkara tersebut, Dittipidsiber Bareskrim Polri bekerja sama dengan FBI dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Deddy Supriadi menjelaskan pelaku membuat alamat surat elektronik menyerupai akun resmi dalam transaksi jual beli antara Duro Machinery di China sebagai penjual dan IQ Power Tools di Amerika Serikat sebagai pembeli.

Pelaku terlebih dahulu meretas surat elektronik pihak pembeli untuk mengetahui transaksi pembayaran perangkat keras komputer antara kedua perusahaan.

Baca juga: Bareskrim bongkar kasus manipulasi BEC dengan korban perusahaan AS

Selanjutnya, pelaku menyamar sebagai pihak penjual dengan mengirimkan surat elektronik yang menyerupai akun resmi perusahaan tersebut.

Pelaku kemudian memanipulasi pembeli agar mengalihkan pembayaran ke rekening bank di Indonesia yang telah disiapkan untuk menampung dana hasil kejahatan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar 350.325 dolar AS.

Baca juga: Begini cara tersangka melakukan penipuan dengan modus BEC

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |