Jakarta (ANTARA) - Gula konsumsi merupakan komoditas pangan strategis yang berperan langsung dalam ketahanan pangan nasional.
Data BPS menunjukkan bahwa pada 2024 luas areal tebu petani mencapai sekitar 520.800 hektare dengan produksi Gula Kristal Putih (GKP) sebesar 2,465 juta ton, meningkat dari 2,27 juta ton pada 2023.
Namun, capaian ini masih belum mampu menutup kebutuhan domestik gula konsumsi yang mendekati 2,8 juta ton. Seiring pertumbuhan penduduk dan pesatnya industri makanan-minuman, Indonesia masih bergantung pada impor gula dalam jumlah besar, yang pada 2024 tercatat hampir 5,31 juta ton untuk menutup defisit pasokan nasional.
Menjawab tantangan tersebut, pemerintah mempercepat agenda swasembada gula melalui pembangunan ekosistem gula nasional.
Badan Pangan Nasional menargetkan produksi gula 2,59 juta ton pada 2025, sementara Menteri Pertanian memasang target produksi 3 juta ton gula konsumsi pada 2026 agar Indonesia terbebas dari impor gula putih.
Proyeksi neraca pangan menunjukkan bahwa dengan kebutuhan sekitar 2,836 juta ton untuk gula konsumsi dan dukungan stok awal yang memadai, target tersebut berpotensi menghasilkan surplus. Hal ini memperkuat optimisme bahwa swasembada gula konsumsi bukan lagi sekadar wacana, melainkan tujuan yang realistis.
Dalam rangka mencapai target itu, pemerintah mengandalkan perluasan lahan dan peningkatan produktivitas. Program hilirisasi perkebunan yang didalamnya terdapat target peremajaan tebu (bongkar ratoon) dan pembukaan lahan baru seluas 200 ribu hektare pada 2025 dan 2026 terus didorong, meski realisasinya masih menghadapi tantangan di lapangan.
Kebijakan ini diperkuat oleh Perpres No. 40/2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol, serta pelepasan varietas tebu unggul berdaya hasil tinggi. Dari sisi tata niaga, penetapan harga acuan sebesar Rp14.500/kg di tingkat produsen dan Rp17.500/kg di tingkat konsumen diharapkan menjaga keseimbangan antara insentif petani dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Baca juga: Mentan sebut stok beras 3,39 juta ton, bidik swasembada gula 2026
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































