Legislator RI kawal aspirasi perbaikan fisik gedung STP-IPI Malang

4 hours ago 6

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina memastikan mengawal aspirasi menyangkut perbaikan sarana fisik di Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia (STP-IPI) Malang di Kota Malang, Jawa Timur yang disampaikan oleh para perwakilan sekolah tinggi itu.

"Tentu akan kami dorong agar apa yang menjadi perwujudan dari STP-IPI ini bisa di-backup oleh Komisi VIII, terutama keinginan untuk bisa memperbaiki sarana fisik yang sudah lama tidak pernah diperbaiki oleh negara, tentu itu akan menjadi perhatian dari kami," kata Selly yang juga Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di STP-IPI Malang, Kamis.

Ia menyampaikan bahwa upaya mengawal aspirasi menjadi bentuk keberpihakan dan pengakuan terhadap keberadaan STP-IPI yang berada di bawah naungan Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama.

Baca juga: Anggota DPR minta pemerintah evaluasi komponen usulan biaya haji 2027

Terlebih sekolah tinggi itu memiliki kualitas pendidikan begitu baik, terutama dalam mencetak lulusan yang langsung berkontribusi pada pengabdian di gereja se-Indonesia.

Selain perbaikan sarana, Selly menyatakan juga akan mengawal keinginan STP-IPI mempublikasikan jurnal hingga masuk ke tingkat internasional.

"STP-IPI ternyata sudah hampir ada 16 filial tersebar di seluruh Indonesia, masih bertahan dan masih mempunyai mahasiswa yang menjadi peminat sangat banyak," ucapnya.

Sementara itu, Ketua STP-IPI Malang Yohanes Subasno menyatakan perbaikan gedung menjadi kebutuhan utama untuk menunjang pengembangan pendidikan, khususnya sebagai persiapan pembukaan program studi baru.

Program studi baru yang digagas adalah S1 Pastoral, sehingga bisa linier dengan jenjang Magister Pastoral yang sudah terlebih dahulu dibuka.

Ia menambahkan dalam rencana pembukaan program studi S1 Pastoral tidak bisa hanya mementingkan jumlah sumber daya manusia yang ada, namun harus didukung infrastruktur memadai.

Baca juga: Komisi VIII DPR upayakan masa pelunasan biaya haji lebih panjang

Baca juga: Komisi VIII skors rapat evaluasi laporan keuangan haji demi pendalaman

"Kalau bisa lihat ini posisinya lebih rendah dari jalan dan ini dulu tambal sulam, kadang diberi pilar yang tidak pada tempatnya supaya bisa dinaikkan dan itu menjadi tidak efisien untuk pemanfaatan ruangan yang ada di dalamnya," kata Yohanes.

Selain Magister Pastoral, STP-IPI memiliki dua program studi lain, yakni S1 Pendidikan Keagamaan Katolik dan Pelayanan Pastoral dengan total jumlah mahasiswa mencapai 337 orang.

"Kami berdiri tahun 1968 dan menjadi yang tertua, sedangkan yang STP yang lain, dulu adalah sebagian besar filial atau cabang dari kami," tuturnya.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |