Moskow (ANTARA) - Komisi Eropa telah menyetujui rencana pertahanan nasional delapan negara Uni Eropa di bawah instrumen pinjaman Aksi Keamanan untuk Eropa (SAFE) untuk penguatan militer.
"Komisi Eropa telah mendukung rencana pertahanan nasional delapan Negara Anggota, menandai tonggak penting dalam upaya Eropa untuk memperkuat keamanannya.
Komisi tersebut mengajukan proposal kepada Dewan untuk menyetujui bantuan keuangan bagi Belgia, Bulgaria, Denmark, Spanyol, Kroasia, Siprus, Portugal, dan Rumania," kata Komisi dalam sebuah pernyataan pada Kamis.
Dewan memiliki waktu empat minggu untuk membuat keputusan pelaksanaan, demikian bunyi pernyataan tersebut, menambahkan bahwa setelah persetujuan tersebut, Komisi akan menyelesaikan perjanjian pinjaman, dengan pencairan pertama diperkirakan pada Maret 2026.
Mei lalu, negara-negara Uni Eropa sepakat untuk membentuk instrumen SAFE, yang dirancang untuk menarik hingga 150 miliar euro (sekitar Rp2.948 trilyun) untuk meningkatkan produksi senjata.
Selanjutnya pada 29 Agustus, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan bahwa 19 negara anggota Uni Eropa akan berpartisipasi dalam program tersebut.
Komisi Eropa menyatakan bahwa program SAFE akan menyediakan pinjaman jangka panjang dengan biaya rendah untuk membantu negara-negara memperoleh peralatan pertahanan.
Mekanisme tersebut dilaporkan mencakup masa tenggang 10 tahun untuk pembayaran pinjaman, suku bunga yang kompetitif, dan kemungkinan untuk membuat perjanjian bilateral dengan negara ketiga untuk memperpanjang kelayakan.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Uni Eropa pantau ketat situasi Iran di tengah maraknya aksi unjuk rasa
Baca juga: Menlu Spanyol: Solusi 'Koalisi Sukarela' untuk Ukraina belum jelas
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































