Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai pengembangan koridor hidrogen hijau (Green Hydrogen Corridor) menjadi fondasi dalam membangun ekosistem hidrogen yang menghubungkan pusat produksi energi dengan kawasan industri, pelabuhan, hingga pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM Prahoro Nurtjahyo mengatakan keberhasilan industri hidrogen tidak hanya bergantung pada kemampuan produksi, tetapi juga bagaimana membangun rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Green Hydrogen Corridor bukanlah tujuan akhir. Ini melainkan fondasi menuju terbentuknya jaringan koridor hidrogen nasional yang menghubungkan pusat produksi energi bersih dengan kawasan industri, pelabuhan, dan pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, Green Hydrogen Corridor tidak sekadar membangun jaringan produksi hidrogen hijau, melainkan menciptakan rantai pasok yang mengintegrasikan Green Hydrogen Plant, Hydrogen Refueling Station (HRS), kawasan industri, jaringan logistik, pelabuhan, serta pengguna akhir dalam satu koridor ekonomi rendah karbon.
"Pemerintah memetakan koridor awal sepanjang 194 kilometer yang menghubungkan Jakarta, Karawang, Patimban sebagai koridor percontohan pengembangan ekosistem hidrogen Indonesia," ucap Prahoro.
Katanya, penentuan koridor tersebut dilakukan melalui analisis spasial, teknis, ekonomi, dan logistik secara komprehensif sehingga menghasilkan jaringan yang optimal dari sisi teknis maupun keekonomian.
Dalam pengembangan tahap awal, Kementerian ESDM mengidentifikasi 12 lokasi potensial yang mewakili berbagai rantai pasok hidrogen yang pengembangannya dilakukan secara bertahap.
Pada tahap awal implementasi, Green Hydrogen Corridor mengusung pembangunan HRS berkonsep onsite menggunakan Proton Exchange Membrane (PEM) electrolyser dengan kapasitas produksi 100 kilogram hidrogen per hari sebagai model penerapan ekosistem hidrogen nasional.
Baca juga: KESDM luncurkan Bus Hidrogen Diesel dan koridor hijau Jakarta-Patimban
Baca juga: ESDM ungkap 4 sektor pemanfaatan utama dari pengembangan hidrogen
Ia mengungkapkan sejumlah simpul koridor telah mulai direalisasikan melalui pembangunan Green Hydrogen Plant dan HRS oleh berbagai mitra.
PLN telah mengembangkan fasilitas Green Hydrogen Plant dan HRS Muara Karang, serta HRS Senayan dan HRS Duren Tiga sebagai simpul koridor wilayah Jakarta.
Sementara itu, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengembangkan HRS Karawang sebagai bagian dari demonstrasi kendaraan berbasis hidrogen.
Adapun pengembangan Greenport Patimban dilakukan melalui kolaborasi dengan Toyota Tsusho dalam kerangka Eastern GX Corridor. Menurut Prahoro, inisiatif tersebut menunjukkan Indonesia telah memasuki fase implementasi ekosistem hidrogen, bukan lagi hanya berada pada tahap perencanaan.
"Kami melihat bahwa Eastern GX Corridor dan Green Hydrogen Corridor memiliki visi yang sama, yaitu membangun ekosistem hidrogen yang mengintegrasikan kawasan industri, transportasi, logistik, dan pelabuhan," ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan Greenport Patimban menjadi pelengkap strategis terhadap pembangunan Green Hydrogen Corridor yang dikembangkan pemerintah.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) meluncurkan Bus Hidrogen Diesel Dual Fuel (H2 DDF) sebagai proyek percontohan serta pengembangan Green Hydrogen Corridor atau koridor hidrogen hijau Jakarta–Karawang–Patimban sepanjang 194 kilometer (km).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan kedua inisiatif yang diperkenalkan dalam Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 itu menjadi bagian dari pengembangan ekosistem hidrogen untuk memperkuat transisi, kemandirian dan swasembada energi, hilirisasi, serta industrialisasi nasional.
“Pengembangan hidrogen selaras dengan arahan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hidrogen merupakan energi alternatif yang sangat penting di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu, seperti konflik di Timur Tengah yang melahirkan ketidakpastian,” ujar Bahlil.
Baca juga: PLN IP perkuat komitmen energi bersih melalui inovasi hidrogen
Baca juga: PGE siapkan investasi tiga juta dolar AS untuk pilot hidrogen hijau
Baca juga: ESDM siapkan proyek hidrogen hijau yang akan ditawarkan di GHES
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































