Kepala Sekolah Solo Raya deklarasi dukung program prioritas Prabowo

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kepala sekolah di wilayah Solo Raya, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (15/1) mendeklarasikan dukungan terhadap seluruh program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya mewujudkan Generasi Emas 2045.

Deklarasi itu disampaikan dalam Seminar Pendidikan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Solo Raya di Sukoharjo yang dihadiri ratusan kepala sekolah lintas kabupaten/kota di wilayah Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten, Kamis (15/1).

"Mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas terlaksananya Program Makan Bergizi Gratis(MBG) bagi siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK se-Solo Raya,” demikian petikan pernyataan yang dibacakan oleh perwakilan kepala sekolah seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Buku Generasi Emas 2045, ketika teknologi bukan kunci utama

Deklarasi ini memuat tiga pernyataan sikap, selain ungkapan terima kasih, komitmen mendukung penuh menyukseskan program, serta harapan agar program ini berkelanjutan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq dalam pernyataannya di Jakarta, mengatakan kepala sekolah kini menjadi posisi strategis negara dalam menentukan arah masa depan Indonesia.

Penguatan kepemimpinan kepala sekolah dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya di bidang penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.

Menurut Fajar, kepala sekolah tidak lagi sekadar pengelola administrasi, melainkan pemimpin pembelajaran yang menentukan mutu sekolah dan masa depan peserta didik.

Peran ini ditegaskan melalui Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 yang menetapkan kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan dengan kompetensi kepribadian, profesional, sosial, dan kewirausahaan.

Selain itu, Kepmendikdasmen Nomor 129/P/2025 mengatur pengisian jabatan kepala sekolah berbasis sistem merit dan data.

Pemerintah daerah diwajibkan memetakan kebutuhan kepala sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan mengelolanya lewat Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPSTK).

Tujuannya agar distribusi kepala sekolah dapat direncanakan secara nasional dan akuntabel, baik untuk sekolah negeri maupun swasta.

Kemendikdasmen juga mengubah pola penyiapan calon kepala sekolah. Seleksi dilakukan berbasis kasus nyata, dilanjutkan pelatihan 110 jam yang mencakup pembelajaran mandiri, praktik lapangan, pendampingan mentor, serta penyusunan Proyek Transformasi Sekolah agar kepala sekolah mampu memimpin perubahan pembelajaran.

Baca juga: Mensos: Sekolah Garuda upaya pemerintah siapkan generasi emas

Baca juga: KKP dorong pangan biru untuk penuhi gizi menuju Generasi Emas 2045

Fajar menekankan sekolah adaptif lahir dari kepemimpinan kepala sekolah yang berani mendorong peningkatan literasi, numerasi, penguatan karakter, serta pembelajaran mendalam termasuk koding dan kecerdasan artifisial.

Dalam kunjungan ke SD Kristen Danukusuman Surakarta dan SMAN 1 Kartasura, Fajar memastikan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) berjalan optimal.

Ia menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan distribusi IFP secara bertahap serta mengapresiasi dukungan sekolah-sekolah di Solo Raya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |