Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa Bali mampu menghadirkan pengalaman kebugaran yang menarik bagi wisatawan karena memiliki beragam pilihan hotel dan resorts yang menyediakan program wellness retreat secara lengkap.
"Bali memiliki beragam pilihan hotel dan resorts yang menyediakan program wellness retreat secara lengkap dengan perpaduan antara perawatan yang modern dan tradisional," kata Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Hariyanto mencontohkan pengalaman kebugaran yang menarik itu bisa didapati di Como Shambala Estate di Ubud dengan beragam fasilitas untuk spa dengan traditional Balinese treatments, sasanan yoga, dan treatment air panasnya.
Kemudian REVIVO Wellness Resort di Nusa Dua dengan beragam penghargaan dan menjadi pilihan premium untuk holistic healing serta masih banyak penyedia layanan kebugaran berkelas dan berkualitas lainnya. Banyak dari mereka yang bekerjasama dengan para praktisi kebugaran lokal dan internasional dalam operasionalisasi programnya.
Baca juga: Kemenpar berupaya menjadikan Bali sebagai pusat estetika dan kebugaran
Selain fasilitasnya, para wisatawan juga dapat menikmati keindahan alam dan budaya di Bali yang sudah dikenal oleh masyarakat dunia secara luas. Hariyanto menyebut hal itu terbukti dengan terpilihnya Bali menjadi Runner Up Traveler’s Choice Awards Best of the Best 2025.
"Hal ini menjadi modal utama bagi Bali dalam menarik wisatawan untuk datang," ucapnya.
Di samping itu, Hariyanto mengatakan bahwa ketertarikan wisatawan pada pasar kebugaran dan kecantikan amat besar, sehingga dapat memberikan dampak baik pada perputaran ekonomi.
Mengutip data dari Global Wellness Institute (GWI) pada tahun 2020, Indonesia memiliki market size untuk "Personal Care & Beauty" sebesar USD 7,63 Miliar. "Personal Care & Beauty" menduduki peringkat ke-2 setelah sektor “Health Eating, Nutrition, and Weight Loss” yang mencapai USD 13,9 Miliar.
Baca juga: Menpar: Jakarta berperan penting bentuk kesan pertama Indonesia
Menurutnya, dapat dikatakan bahwa minat pasar Indonesia sangat besar terhadap sektor “kecantikan”, namun sayangnya paparan promosi produk-produk dan layanan kecantikan dari negara lain juga sangat-sangat agresif sehingga banyak orang Indonesia yang mencari layanan untuk meningkatkan kecantikan-nya sampai ke luar negeri.
"Hal ini tentunya semakin menambah besar angka terjadinya kebocoran devisa bagi negara kita," katanya.
Maka dari itu, Kementerian Pariwisata melalui pengembangan Wisata Kesehatan di Indonesia, memiliki misi untuk dapat menahan orang Indonesia tetap melakukan layanan kesehatan di Indonesia saja, serta menarik wisatawan mancanegara untuk melakukan layanan kesehatan di Indonesia.
"Hal ini tentunya tanpa terkecuali untuk layanan kecantikan maupun estetika dan kebugaran. Kami yakin, dengan semakin tereksposnya layanan estetika-kebugaran di Indonesia, khususnya Bali dapat menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Indonesia," ucap Hariyanto.
Baca juga: Wamenpar serap aspirasi Bali buat RUU Kepariwisataan
Baca juga: Menpar: Target Kemenpar tidak berubah meski ada efisiensi anggaran
Baca juga: Kemenpar pelajari tren wisata untuk tingkatkan pendapatan negara
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025