Situbondo (ANTARA) - Tim Badan Hisab dan Rukyat Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyatakan pengamatan bulan atau hilal tidak dapat terlihat karena saat pengamatan langit gelap, Jumat.
Pengamatan bulan untuk menentukan awal puasa Ramadhan 1446 Hijriah ini berlangsung di Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo.
"Karena langit gelap, jadi hilal tidak terlihat, dan kami sudah melaporkan ke PWNU, PBNU termasuk ke Kementerian Agama," kata Ketua Badan Hisab dan Rukyat Kabupaten Situbondo Irfan Hilmi kepada wartawan di Situbondo.
Menurutnya ketinggian hilal di wilayah Situbondo secara hakiki mencapai 4 derajat 30 menit dan secara mar'i 3 derajat 54 menit.
Baca juga: Rukyat hilal awal Ramadhan 1446 Hijriah di Palembang terkendala cuaca
Jika dilihat ketinggian bulan, Irpan mengaku optimistis, akan tetapi jarak matahari dengan bulan itu elongasinya tidak memenuhi kriteria secara ilmiah yakni 6,4 derajat (terlalu deka dekat dengan matahari).
Ia mengatakan seluruh wilayah Indonesia yang memenuhi kriteria itu hanya di Provinsi Aceh, sedangkan di Situbondo kecil kemungkinan bisa memenuhi kriteria secara ilmiah yakni 6,4 derajat.
"Sampai pukul 18:06 WIB hilal tidak terlihat, sehingga menunggu hasil Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadhan," katanya.
Irpan Hilmi menambahkan jika tidak ada yang bisa melihat, maka kemungkinan besar awal Ramadhan 1446 Hijriah akan jatuh pada Minggu, 2 Februari 2025. Namun jika ada yang bisa melihat maka awal Puasa akan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Baca juga: Pengamatan hilal Ramadhan di Belitung terhalang awan
Baca juga: Kemenag: Pemantauan hilal di Aceh Besar terkendala cuaca mendung
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025