Mensos sebut tidak ada penambahan bansos selama Ramadhan 2025

4 hours ago 2
Bansos di triwulan kedua tahun 2025, akan disalurkan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut tidak ada penambahan bantuan sosial (bansos) selama Ramadhan 1446 H karena sudah diberikan berdasarkan data sebelumnya untuk tiga bulan pertama di tahun 2025.

"Tetap kita bansos untuk perlindungan sosial di tiga bulan pertama ini sudah salur ya, sudah 90 persen lebih. Nanti kita akan menyalurkan lagi pada 3 bulan ke depan," katanya di Kantor Kemensos Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan, untuk bansos di triwulan kedua tahun 2025, akan disalurkan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Mohon maklum jika ada keluarga penerima manfaat -KPM- yang selama ini mendapatkan bantuan, kemudian tidak lagi mendapatkan bantuan. Kalau memang masih dirasa perlu mengoreksi, bisa melalui cek bansos atau jalur resmi RT/RW, maupun aplikasi cek bansos untuk usul sanggah," ujar dia.

Namun, ia menegaskan, usul sanggah juga harus disertai dengan sejumlah bukti atau lampiran-lampiran, sementara saat ini, data tengah diuji petik oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Masih belum -ada penambahan-, nanti kita lihat. Belum bisa memastikan apakah ditambah atau seperti apa, tetapi ini sedang dalam proses, nanti tergantung pada data terakhir," ucapnya.

Gus Ipul juga mengemukakan, bansos yang disalurkan dari DTSEN akan melibatkan kolaborasi bersama filantropi.

"Jadi kami kolaborasi di beberapa tempat. Misalnya di Indramayu, kerja sama dengan Baznas, kerja sama dengan salah satu yayasan, dengan pemerintah Kabupaten Indramayu. Kemudian di Serang kita bekerja sama pundi-pundi amal, stasiun televisi, kemudian ada juga dari Human Initiative -LSM-" paparnya.

Kemensos saat ini juga tengah memperkuat validitas DTSEN dengan melakukan tahapan uji petik atau ground checking untuk memastikan data penerima bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat tepat sasaran.

Uji petik DTSEN tersebut akan melibatkan lebih dari 33 ribu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Kemensos bekerja sama dengan BPS memberikan pelatihan kepada para pendamping dalam melakukan pengecekan dan pemutakhiran data di lapangan.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |