Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong pemangku kebijakan di daerah memperkuat kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dampak fenomena El Nino.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan di Pacitan, Rabu, mengatakan El Nino menyebabkan pembentukan awan hujan berkurang sehingga memicu musim kemarau yang lebih panjang.
"Fenomena ini harus diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko berbagai bencana, terutama kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan," katanya.
Menurut Lilik, musim kemarau berkepanjangan juga dapat memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat polusi, serta mengganggu sektor pertanian karena lahan persawahan dan perkebunan mengalami kekeringan.
"Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap ketahanan pangan sehingga harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Ia meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, termasuk kendaraan tangki air, peralatan pendukung, serta sumber daya manusia agar dapat segera dioperasikan ketika terjadi kekeringan.
Selain itu, Lilik mendorong penguatan kerja sama antardaerah dalam penanganan bencana, terutama di wilayah perbatasan, sehingga dukungan logistik maupun personel dapat segera diberikan tanpa terhambat batas administrasi.
"Penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi antardaerah karena kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas," katanya.
Ia menambahkan kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh menghambat upaya penanggulangan bencana karena penanganan kedaruratan berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Menurut dia, penanggulangan bencana juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, hingga media massa untuk memperkuat kapasitas dan mempercepat respons saat bencana terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Lilik di sela kegiatan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana BPBD Jawa Timur di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































