Kemendikdasmen perkuat STEM murid sejak PAUD dukung wajar 13 tahun

4 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kompetensi Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) murid sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) guna mendukung implementasi wajib belajar (wajar) 13 tahun.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan penguatan kompetensi STEM tersebut dilakukan guna menyiapkan murid dengan kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, memecahkan masalah, serta berinovasi sedini mungkin.

“Kami memiliki komitmen berkaitan dengan wajar, wajib belajar 13 tahun yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kesempatan untuk anak-anak supaya belajar dari mulai taman anak-anak, tapi juga memberikan kepada mereka materi pembelajaran yang mendorong mereka agar memiliki minat sekaligus juga kemampuan di bidang stem,” kata Mendikdasmen Mu’ti saat membuka kegiatan Peluncuran Program STEM Nasional di PAUD Terpadu Kalirejo, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah pada Kamis.

Lebih lanjut, ia mengatakan Program STEM nasional yang akan diajarkan sejak jenjang PAUD tersebut mengusung konsep STEM 5M, yakni STEM yang mudah, murah, menggembirakan, mindful dan meaningful.

Baca juga: Pemerintah targetkan BOP PAUD bagi 6,3 juta murid dukung wajar 13 tahun

Karena itu, Mu’ti menegaskan pembelajaran STEM pada jenjang PAUD nantinya akan menitikberatkan pada pengenalan dengan dunia yang bersifat konkret, yakni lingkungan sekitar hingga lingkungan alam.

Pengenalan dunia yang bersifat konkret ini, kata Mu'ti, dikarenakan proses pembelajaran murid pada jenjang PAUD masih berada dalam tahapan concrete operational stage yang membutuhkan penggunaan pancaindra.

Di samping itu, pihaknya juga ingin mendekatkan para murid dengan dunia nyata dan menumbuhkan kecintaan kepada alam semesta sehingga dapat mengurangi peluang adiksi atau kecanduan terhadap gawai.

“Sehingga tumbuh kecintaan kepada alam semesta, kemudian juga tumbuh rasa ingin tahu yang tinggi dan dengan itu mereka dapat eksplorasi dan belajar STEM dengan senang,” kata Mu'ti.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menerangkan pihaknya telah melakukan sejumlah strategi guna mendukung implementasi Program STEM Nasional, di antaranya ialah mengkurasi buku dan bahan ajar yang kemudian dimasukkan ke dalam SIBI.

Selain itu, Nunuk menambahkan pihaknya juga turut memperkuat STEM lewat bantuan penyediaan Ruang Karya di 50 Sekolah Dasar, program kreatif PAUD seperti KICAU, integrasi STEM dalam kegiatan perkemahan anak, dan penumbuhan minat sains lewat Program Aksi Ilmuwan Cilik.

“Dengan demikian, kami berupaya menjadikan STEM bagian dari pengalaman belajar sehari-hari anak, bukan hanya program tambahan,” kata Nunuk.

Baca juga: Pendidikan yang bertumpu pada integrasi

Baca juga: Kemendikdasmen: Hasil TKA tahun ini dapat diakses mandiri oleh peserta

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |