Kemen P2MI fasilitasi pemulangan jenazah PMI Cirebon dari Malaysia

15 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memfasilitasi pemulangan jenazah pekerja migran asal Cirebon, Jawa Barat, Agus Ahmadi, yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Malaysia.

Mukhtarudin dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu, menegaskan bahwa pemulangan jenazah merupakan wujud kehadiran dan tanggung jawab negara terhadap warganya yang bekerja di luar negeri.

“Pemulangan jenazah adalah bentuk empati, penghormatan, dan tanggung jawab negara kepada rakyatnya. Negara tidak boleh absen ketika pekerja migrannya menghadapi musibah, terlebih saat kehilangan nyawa di negeri orang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian Perhubungan RI, agar setiap pekerja yang berada di wilayah otoritas pelabuhan atau kapal memiliki payung hukum yang jelas sejak keberangkatan.

Mukhtarudin juga menegaskan perlunya pendaftaran pekerja migran dalam SISKOP2MI dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memaksimalkan perlindungan, termasuk bagi Anak Buah Kapal (ABK).

“Migrasi aman dan prosedural bukan sekadar urusan izin, melainkan jaring pengaman. Jika berangkat secara resmi, setiap anak bangsa akan mendapatkan perlindungan penuh bekerja dengan aman, kontrak jelas, dan memiliki jaminan sosial yang pasti,” katanya.

Meski almarhum berangkat secara nonprosedural, Mukhtarudin memastikan Kementerian P2MI tetap mendampingi pihak keluarga untuk memperjuangkan hak-hak yang belum dipenuhi oleh pemberi kerja. Saat ini, perwakilan majikan di Malaysia disebut tengah memproses polis asuransi pribadi milik Agus.

“Negara akan terus hadir, mendampingi dan memperjuangkan keadilan. Jika masih ada hak yang belum terpenuhi, kami mendorong keluarga untuk berkoordinasi dengan P4MI Cirebon atau BP3MI Jawa Barat atau Kementerian P2MI,” ujarnya.

Mukhtarudin kembali menegaskan bahwa dalam kondisi paling buruk sekalipun, negara tidak akan meninggalkan warganya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan jalur-jalur ilegal yang dinilai memiliki risiko tinggi bagi keselamatan dan perlindungan pekerja migran.

Diketahui, Agus bekerja sebagai ABK dan berangkat secara unprosedural sehingga tidak terdaftar dalam SISKOP2MI maupun BPJS Ketenagakerjaan. Ia meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja tersenggol peti kemas di salah satu pelabuhan di Malaysia.

Jenazah Agus tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat malam pukul 22.30 WIB. Tim Direktorat Jenderal Pemberdayaan Kemen P2MI kemudian mengawal pemulangan jenazah hingga tiba di rumah duka di Harjamukti, Cirebon, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.

Baca juga: Wamen P2MI ingatkan calon pekerja migran untuk gunakan jalur resmi

Baca juga: SBMI desak penguatan perlindungan PMI di tengah lonjakan penempatan

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |