Kemegahan dan senja di sisi Eropa Istanbul

4 hours ago 6
Menjelajahi Istana Topkapi termasuk Harem menjadi cara memahami estetika seni hias Ottoman klasik, dan dari sana manjakan juga mata dengan memandangi Selat Bosphorus

Istanbul (ANTARA) - Istanbul, Turki, tidak hanya membelah dua benua, tetapi juga menyimpan peninggalan sekaligus saksi bisu era dua imperium raksasa, yakni Kekaisaran Bizantium dan Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman).

Di sisi Eropa, Istana Topkapi salah satunya. Berada di bukit Sarayburnu yang menghadap langsung ke Selat Bosphorus dan Laut Marmara, istana dengan perpaduan gaya Ottoman, Bizantium, dan Persia itu berdiri megah.

Kompleks istana seluas 700 ribu meter persegi itu dibangun Sultan Mehmed II (1444–1445 dan 1451–1481) pada kurun waktu 1460–1478, menyusul penaklukan Istanbul, yang difungsikan sebagai kediaman utama sultan dan pusat pemerintahan hingga pertengahan abad ke-19.

Kompleks bangunan terbagi menjadi empat bagian, yakni Istana Luar yang mencakup bangunan penunjang dan pos penjagaan, lalu gedung dewan negara yang merupakan pusat administrasi kesultanan, kemudian sekolah istana, serta harem yang merupakan kediaman pribadi sultan.

Memasuki 1840-an, istana itu dinilai tidak lagi memadai untuk kebutuhan protokol negara, sehingga Istana Dolmabahçe dibangun antara tahun 1843 dan 1856 sebagai kediaman resmi serta pusat administrasi kekaisaran yang baru.

Tak lama setelah Republik Turki didirikan pada 29 Oktober 1923, Istana Topkapı beralih fungsi menjadi museum; museum pertama yang didirikan pada masa Republik.

Kini, salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO itu menjadi salah satu bangunan paling ikonik di Istanbul, khususnya di sisi Eropa. Istana meliputi bangunan dengan kubah tinggi dan bangunan tempat tinggal yang terbuat dari batu dan kayu dengan kubah berlapis timah.

Menara Keadilan (Tower of Justice) di halaman kedua Istana Topkapi, Istanbul, Turki. ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Harem

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |