Jakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DKI Jakarta mengajak warga Jakarta, khususnya umat Islam untuk semakin berpihak dan mencintai lingkungan seiring dengan tema peringatan Isra Mikraj yang diangkat tahun ini.
Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib mengatakan pesan utama peringatan Isra Mikraj tahun 1447 Hijriah untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama yang berdampak terhadap peningkatan kualitas di semua lini kehidupan.
"Terutama, hubungannya dengan keberpihakan terhadap kelestarian lingkungan," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Adib mengingatkan, peristiwa Isra dan Mikraj adalah peristiwa perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW berjumpa Allah SWT di puncak Sidratul Muntaha, yang kemudian membawa kembali nilai-nilai kebijakan tertinggi itu dalam kehidupan di bumi sebagai rahmat bagi semesta.
Menurut dia, Jakarta sebagai kota padat penduduk dengan berbagai masalah sosial dan lingkungan sangat membutuhkan refleksi nilai-nilai Isra Mikraj dalam kehidupan.
"Yaitu mendorong semua pihak untuk makin bijak dalam bertindak sehingga dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun hubungan sosial yang baik serta produktif," kata Adib.
Baca juga: Isra Mikraj, Menag ajak umat peduli alam dan sosial lewat nilai Shalat
Baca juga: Menag angkat ekoteologi dalam peringatan Isra Mikraj di Istiqlal
Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, melalui peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat menjadikannya sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Menag menilai krisis lingkungan yang dihadapi saat ini menuntut hadirnya kesalehan yang utuh, yakni kesalehan yang tidak hanya tercermin dalam ketaatan beribadah, tetapi juga dalam sikap menjaga keseimbangan alam dan menggunakan sumber daya secara bijaksana.
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































