Irwasum Polri dan Wamentan panen jagung serentak di Kabupaten Madiun

3 hours ago 2

Madiun (ANTARA) - Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono panen jagung tahap 1 serentak di 18 provinsi yang dipusatkan di kawasan tepian hutan, Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jatim.

Komjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bahwa panen tahap pertama kali ini mencakup lahan seluas 3.900 hektare di 18 provinsi, yang ditanam sekitar bulan November hingga Desember 2024.

"Alhamdulillah, panen raya serentak ini menghasilkan estimasi di kisaran 138.000 ton hingga 139.000 ton jagung," ujar Komjen Pol Dedi saat memimpin kegiatan panen jagung, Rabu.

Menurutnya Kabupaten Madiun dipilih sebagai lokasi kegiatan karena bertepatan dengan panen perdana jagung di daerah tersebut.

Adapun, panen ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional. Ke depan, Polri bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Perhutani, dan masyarakat akan terus melanjutkan upaya ini.

Pada kuartal kedua, panen raya akan diperluas ke seluruh 36 provinsi dengan target lahan tanam mencapai 106.000 hektare dan estimasi produksi mencapai 1 juta ton jagung.

Komjen Pol Dedi menegaskan bahwa setelah panen ini, lahan segera disiapkan kembali untuk penanaman tahap berikutnya. Targetnya, hingga akhir tahun 2025, luas tanam mencapai 1 juta hektare dengan hasil panen jagung sekitar 4-5 juta ton.

"Ini merupakan bagian dari upaya mencapai swasembada pangan pada 2026 sesuai arahan Bapak Presiden, utamanya komoditas jagung. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat, termasuk Polri," kata dia.

Dalam pelaksanaannya, ada beberapa kendala yang telah diidentifikasi, seperti ketersediaan bibit dan pupuk. Namun, Kementerian Pertanian telah berkomitmen untuk memastikan distribusi bibit secara optimal.

Untuk pupuk, akan dikoordinasikan dengan PT Pupuk Indonesia guna mengatasi keterbatasan pupuk. Masalah lainnya adalah kapasitas gudang Bulog untuk menampung hasil panen serentak, karena hasil panen akan diserap oleh Bulog.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Badan Pangan Nasional agar stok jagung di gudang Bulog segera didistribusikan, sehingga tersedia ruang untuk menampung hasil panen hingga 1 juta ton pada April-Mei 2025," tambahnya.

Panen raya ini diharapkan menjadi langkah awal menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan kerja sama berbagai pihak, swasembada jagung pada 2026 dapat dicapai bersama.

"Ketahanan pangan adalah kepentingan dan kedaulatan negara. Kita semua harus berkontribusi," tambah Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan harapannya agar program tersebut, selain mendukung Astacita ketahanan pangan nasional, juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani jagung.

"Terima kasih kepada semua pihak, khususnya Polri, yang telah mendukung dan menggelorakan swasembada pangan. Semoga program ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Wakil Bupati Purnomo

Kegiatan panen raya jagung dihadiri undangan dari berbagai unsur, termasuk jajaran Polri, TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun, OPD Kabupaten Madiun, serta para petani.

Baca juga: Gubernur Jateng panen raya jagung di Grobogan

Baca juga: Pabrik jagung di Kalbar memudahkan petani jual hasil panen

Baca juga: Mentan: Serapan hasil panen petani dukung percepatan swasembada pangan

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |