Jakarta (ANTARA) - Anak usaha Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), Lintasarta, berkomitmen mendukung pengembangan kedaulatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam negeri melalui Gerakan AI Merdeka.
“Melalui Gerakan AI Merdeka ini, kami ingin berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045,” ujar President Director dan CEO Lintasarta Bayu Hanantasena dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia menyatakan bahwa program Gerakan AI Merdeka tersebut terdiri dari sejumlah inisiatif, misalnya inisiatif Laskar AI yang membantu meningkatkan keterampilan talenta AI lokal.
Selain itu, gerakan tersebut juga menyelenggarakan program beasiswa untuk total 650 orang baik mahasiswa dan dosen atau peneliti.
Bayu menuturkan bahwa gerakan tersebut termasuk inisiatif Semesta AI, upaya Indosat bersama Lintasarta untuk mendirikan ekosistem AI di dalam negeri.
Terdapat pula AI Use Case, sebuah program perusahaan yang membantu mengembangkan use case AI yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Ia menyampaikan bahwa percepatan adopsi kecerdasan buatan juga berpotensi mendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8 persen.
Bayu mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang strategis untuk mampu mengembangkan teknologi AI secara mandiri karena teknologi tersebut mulai banyak diadopsi oleh masyarakat Indonesia.
Riset bertajuk “Kedaulatan AI untuk Memberdayakan Indonesia” dari Katadata Insight Center menyebut bahwa lebih dari 80 persen bisnis sudah mulai berinvestasi atau menggunakan kecerdasan buatan untuk operasional mereka.
Namun, baru 13 persen bisnis di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi AI tingkat tinggi (advanced). Secara umum tingkat adopsi kecerdasan buatan di Indonesia masih berada di tahap awal tetapi menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Indonesia sudah ketinggalan revolusi industri yang pertama, kedua, dan ketiga. Sekarang kita harus bisa mengejar untuk adopsi AI, dan membangun kedaulatan AI,” kata Bayu.
Ia menuturkan bahwa Indosat bersama Lintasarta sebagai AI Factory dari Indosat Group pun aktif mengembangkan inisiatif terkait AI dalam dua tahun terakhir, seperti meresmikan Indosat AI Experience Center di Solo Technopark (STP) sebagai pusat AI pertama di Indonesia pada Agustus 2024.
Lintasarta juga telah meluncurkan GPU Merdeka dengan didukung oleh NVIDIA dan Accenture untuk menghadirkan infrastruktur dan platform AI cloud untuk pelaku bisnis nasional.
Sementara pada November 2024, perusahaan bekerja sama dengan GoTo meluncurkan Sahabat-AI, ekosistem large language model (LLM) open-source berbahasa Indonesia.
“Kita memiliki cita-cita Indonesia bisa segera beralih, dari hanya menggunakan AI, menjadi pencipta yang mengeluarkan inovasi berbasis AI,” imbuh Bayu.
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025