Dirut Bulog perkuat strategi pengadaan cadangan beras 4 juta ton

9 hours ago 3
Yang tahun 2025 adalah 3 juta ton, nah sekarang di tahun 2026, 4 juta ton. Oleh karena itu kami merencanakan sedini mungkin, secepatnya agar target itu bisa tercapai tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah,

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, penguatan strategi pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) 4 juta ton sebagai prioritas utama menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto.

Rizal mengatakan, penyerapan cadangan beras pemerintah ditargetkan sebesar 4 juta ton pada 2026, meningkat dari realisasi 2025 sebesar 3 juta ton, sehingga diperlukan perencanaan dini agar target tercapai optimal.

"Yang tahun 2025 adalah 3 juta ton, nah sekarang di tahun 2026, 4 juta ton. Oleh karena itu kami merencanakan sedini mungkin, secepatnya agar target itu bisa tercapai tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah," kata Rizal dalam Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu.

Dia menegaskan, Rapat Kerja Nasional Bulog yang dihadiri seluruh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang itu digelar selama dua hari, Minggu dan Senin (11-12), sebagai forum konsolidasi kebijakan dan kesiapan pihaknya menghadapi target penguatan pangan nasional sepanjang 2026.

Baca juga: Bulog pecahkan rekor penyerapan gabah hingga kawal swasembada

Ia menegaskan, pihaknya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan yang mendapat apresiasi seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media usai di sela memimpin Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026). ANTARA/Harianto

Rizal menyebutkan, strategi utama yang ditekankan Bulog adalah kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, swasta, serta petani sebagai kunci keberhasilan swasembada pangan.

"Bulog itu bekerja tidak sendiri, tapi dibantu oleh seluruh stakeholder pemerintah maupun swasta dan bahkan para petani yang ada di lapangan di seluruh tanah air," ucap Rizal.

Selain kolaborasi, Bulog mengedepankan kerja bersama TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) guna mendukung penyerapan pangan dan distribusi logistik yang berkelanjutan.

Baca juga: Bulog: Penyerapan 4,5 juta ton GKP di 2025 tertinggi sepanjang sejarah

"Karena tanpa tiga ini (TNI-Polri, PPL), teman-teman yang di lapangan untuk menyerap ini agak kesulitan, sehingga dengan peran tiga institusi inilah yang akan luar biasa mendukung kami untuk proses penyerapan 4 juta ton tersebut," beber Rizal.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media usai di sela memimpin Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026). ANTARA/Harianto

Dalam kesempatan itu, Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran internal Bulog dari pusat hingga daerah, serta seluruh pemangku kepentingan pemerintah, swasta, dan petani atas kontribusi menjaga ketahanan pangan.

Selain beras, Bulog juga menetapkan target penyerapan jagung sebanyak 1 juta ton melalui sinergi bersama Polri, serta penyerapan kedelai sebesar 70.000 ton secara nasional.

Kemudian Bulog turut menargetkan penyaluran minyak goreng Minyakita sebanyak 720.000 kiloliter bersama ID Food dan Agrinas Palma untuk menjaga ketersediaan serta harga terjangkau di seluruh Indonesia.

Baca juga: Bulog siapkan gudang tambahan menyusul rencana penyerapan beras

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |