Dari stoberi sampai delima, ini buah yang baik bagi kesehatan otak

4 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Buah-buahan tertentu dapat membantu mendukung daya ingat, aliran darah yang sehat ke otak, dan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Meskipun tidak ada satu pun makanan yang dapat mencegah penurunan kognitif, mengonsumsi berbagai buah secara teratur adalah kebiasaan sederhana yang dapat bermanfaat bagi otak dari waktu ke waktu menurut siaran Eating Well pada Selasa (21/7).

Berikut adalah beberapa buah rekomendasi para pakar yang dinilai baik bagi kesehatan otak:

Baca juga: Konsumsi buah ceri bermanfaat bagi pengaturan kadar gula darah

Blueberry

Blueberry sangat kaya akan antosianin, senyawa tumbuhan yang dapat membantu mendukung kesehatan otak dengan meningkatkan aliran darah dan komunikasi antar sel otak. Aliran darah yang lebih baik membantu memberikan pasokan oksigen dan nutrisi yang stabil ke otak, sementara antosianin juga dapat mempengaruhi jalur pensinyalan yang terlibat dalam daya ingat dan pembelajaran.

Efek ini dapat menjelaskan mengapa blueberry telah dikaitkan dengan hasil daya ingat dan fungsi eksekutif yang menguntungkan, termasuk keterampilan seperti perencanaan, fokus, dan beralih antar tugas.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa blueberry dapat membantu mendukung fungsi pembuluh darah, menunjukkan pembuluh darah yang lebih sehat sebagai salah satu cara blueberry dapat bermanfaat bagi otak.

Blueberry liar umumnya mengandung lebih banyak antosianin daripada blueberry budidaya, yang mungkin membantu menjelaskan mengapa para peneliti sering menggunakannya dalam penelitian.

Ahli gizi Serena Pratt, M.S., RDN merekomendasikan untuk mengonsumsi ½ hingga 1 cangkir blueberry segar atau beku beberapa kali seminggu.

Baca juga: Buah semangka dapat membantu fungsi kardiovaskular lebih baik

Jeruk
Buah jeruk merupakan sumber utama flavanon, termasuk hesperidin dan naringenin. Senyawa tumbuhan ini dapat membantu mendukung fungsi endotel, yang membantu memastikan otak menerima pasokan oksigen dan nutrisi yang stabil.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak makanan kaya flavanon, termasuk buah jeruk, mungkin cenderung tidak mengalami penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.

Anggur hitam
Anggur hitam, terutama anggur Concord, kaya akan antosianin dan proantosianidin sebuah senyawa tumbuhan yang dapat membantu mendukung aliran darah yang sehat dan komunikasi antar sel otak. Polifenol ini dianggap memainkan peran penting dalam memori dan aspek fungsi kognitif lainnya.

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan berbahan dasar anggur dapat membantu mendukung memori dan fungsi eksekutif, terutama pada orang dewasa yang lebih tua yang mengalami perubahan memori ringan. Meskipun banyak penelitian berfokus pada jus anggur Concord atau produk anggur pekat, anggur hitam utuh menyediakan banyak senyawa tumbuhan bermanfaat yang sama, bersama dengan serat.

Pratt menambahkan bahwa anggur hitam utuh adalah cara mudah dan praktis untuk memasukkan nutrisi pendukung otak ini ke dalam rutinitas.

Baca juga: 7 Manfaat makan camilan buah kering bagi kesehatan tubuh

Stroberi
Stroberi adalah salah satu sumber makanan terkaya pelargonidin, antosianin yang memberi warna merah pada buah. Para peneliti percaya bahwa senyawa tumbuhan ini dapat membantu melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif dan mendukung jalur inflamasi yang sehat yang terlibat dalam penuaan kognitif.

Penelitian menunjukkan bahwa diet yang lebih tinggi akan makanan kaya pelargonidin, seperti stroberi, dikaitkan dengan kesehatan otak yang lebih baik dan risiko penurunan kognitif yang lebih rendah.

Menurut ahli gizi Nicole Beurkens, Ph.D., M.S ssupan pelargonidin yang lebih tinggi dikaitkan dengan kejadian alzheimer yang lebih rendah.

Ini berarti bahwa mengonsumsi makanan kaya pelargonidin seperti stroberi secara teratur dapat membantu mendukung kesehatan otak dari waktu ke waktu. Stroberi segar dan beku sama-sama mengandung senyawa ini.

Baca juga: Mengenal nektarin, buah manis-asam dengan banyak manfaat kesehatan

Delima
Delima kaya akan polifenol, senyawa tumbuhan yang dapat mendukung kesehatan otak dalam beberapa cara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa-senyawa ini diubah oleh bakteri usus menjadi zat yang disebut urolithin, yang sedang dipelajari oleh para peneliti karena potensi perannya dalam memori dan fungsi kognitif.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi buah delima atau jus delima secara teratur dapat membantu mendukung aspek-aspek tertentu dari memori dan kinerja kognitif, meskipun studi yang lebih besar masih diperlukan.

Menikmati jusnya atau buah utuhnya, delima dapat menjadi tambahan bergizi untuk diet. Pratt merekomendasikan menaburkan bijinya di atas yogurt, oatmeal, atau salad untuk mendapatkan tambahan serat dan senyawa tumbuhan bermanfaat dengan mudah.

Baca juga: Kandungan nutrisi dan khasiat buah melon yang jarang diketahui

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |