Jakarta (ANTARA) - Sudaryono, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertanian, mengungkapkan bahwa penunjukan dirinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan, baru dikonfirmasi Rabu pagi.
Sudaryono yang tiba bersama keluarga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu mengatakan pada Selasa (21/7) malam, telah dihubungi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi terkait kemungkinan akan ditunjuk untuk menggantikan Nanik.
"Kemudian pagi tadi saya ditelepon Pak Seskab, Pak Teddy, dan mengonfirmasi bahwa hari ini saya akan dilantik secara resmi untuk menggantikan Bu Nanik. Sekali lagi yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan kita doakan Bu Nanik lekas berobat, lekas sehat, lekas pulih, bergas, waras, enak gitu," kata Sudaryono sebelum pelantikan.
Menanggapi kabar bahwa dirinya telah dipersiapkan sejak awal Juli untuk mengisi posisi tersebut, Sudaryono membantahnya.
Ia menegaskan baru mengetahui rencana penunjukan tersebut pada malam sebelum pelantikan.
"Nggak. Kan baru ya, baru semalam lah," ucapnya.
Sudaryono menyampaikan bahwa dirinya akan membuka ruang untuk menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk dari Nanik yang dinilainya memiliki pengalaman memimpin lembaga tersebut.
Ia mengakui masih terdapat berbagai persoalan dalam pelaksanaan tugas BGN, termasuk adanya pelanggaran yang harus menjadi bahan evaluasi. Karena itu, ia akan memulai dengan mendengarkan asesmen internal dari jajaran pimpinan BGN.
"Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran. Kita juga tahu itu dan kita menyesalkan itu. Sehingga kita ingin mendengarkan masukan ya, yang konstruktif tentu saja dari berbagai pihak, termasuk salah satunya adalah dari Bu Nanik," katanya.
Baca juga: Presiden Prabowo lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN
Baca juga: Sudaryono nyatakan siap emban amanah sebagai Kepala BGN
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Genta Tenri Mawangi
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































