Bakom: CKG sekolah temukan mayoritas siswa alami masalah gigi

1 hour ago 2
Berdasarkan hasil pemeriksaan periode 1 Januari hingga 14 Juli 2026, ada lima masalah kesehatan para peserta didik yang paling sering ditemukan. Pertama, 40,8 persen siswa mengalami gigi berlubang

Jakarta (ANTARA) - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengatakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah-sekolah menemukan mayoritas siswa mengalami masalah gigi berlubang, anemia sampai obesitas.

Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, menyebut pelaksanaan CKG di sekolah sudah dimulai secara serentak pada 4 Agustus 2025 yang menyasar anak-anak usia 7 sampai dengan 17 tahun, dengan dalam periode 1 Januari hingga 14 Juli 2026 sebanyak 8.824.185 siswa sudah mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan periode 1 Januari hingga 14 Juli 2026, ada lima masalah kesehatan para peserta didik yang paling sering ditemukan. Pertama, 40,8 persen siswa mengalami gigi berlubang," katanya menjelaskan.

Baca juga: Pemkot Jaktim perluas layanan jemput bola CKG ke sekolah dan komunitas

Selain masalah gigi berlubang, pemeriksaan kesehatan juga menemukan sebanyak 27,3 persen remaja putri mengalami anemia, 27,7 persen siswa mengalami peningkatan tekanan darah atau hipertensi, 6,9 persen mengalami masalah impaksi telinga dan 6,7 persen mengalami obesitas.

Dia menjelaskan pemerintah menargetkan pada tahun ini sebanyak 50.255.073 siswa dari 303.263 sekolah akan mengikuti CKG, terbagi antara siswa 184.714 siswa SD, 68.109 siswa SMP, 43.032 siswa SMA, 4.048 siswa di pesantren dan 3.360 siswa di sekolah luar biasa (SLB).

Dia mengatakan bahwa layanan yang diberikan untuk CKG sekolah termasuk pemeriksaan tingkat aktivitas fisik, anemia pada remaja putri, pemeriksaan mata, telinga, gigi sampai dengan kejiwaan.

Program itu sendiri dimaksudkan untuk melakukan deteksi dini masalah kesehatan pada anak, mengedukasi dini pola hidup serta serta mendukung peningkatan fokus serta prestasi belajar anak.

"Jika kemudian ditemukan indikasi penyakit, orang tua bisa mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan dengan lebih cepat,” demikian Kurnia Ramadhana.

Baca juga: Mendikdasmen: CKG bangun kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah

Baca juga: Kemenkes integrasikan CKG dan imunisasi anak sekolah perluas cakupan

Pewarta: Prisca Triferna Violleta/Cahya Sari
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |