Palu (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan lokasi yang diajukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) memenuhi syarat.
"Laporan kami terima dari Kemensos terkait usulan SR di Parigi Moutong telah memenuhi syarat berdasarkan dokumen administrasi yang kami ajukan sebelumnya," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase melalui keterangan tertulis yang diterima di Palu, Rabu.
Ia menjelaskan, setelah terpenuhi seluruh syarat administrasi, proyek pembangunan SR memasuki tahap lelang sebelum dilanjutkan dengan eksekusi konstruksi fisik oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dijadwalkan mulai berjalan pada Oktober 2026.
Kata dia, Pemkab Parimo berkomitmen mengawal penuh setiap proses pembangunan infrastruktur, hingga nanti SR siap beroperasi.
Kunjungan kerja Pemkab Parimo ke Kemensos di Jakarta pada Selasa (21/7) memperjelas dokumen syarat teknis dan administrasi yang telah disampaikan pada Mei lalu.
Baca juga: Gubernur Jatim siapkan 18 Sekolah Rakyat Terintegrasi permanen
"Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah melibatkan Parimo ikut menyukseskan program prioritas nasional," ujarnya.
Ia menambahkan syarat teknis berupa dokumen Readiness Criteria (RC) sebagai kewajiban yang harus dipenuhi daerah setelah usulan disampaikan ke kementerian terkait dan Pemkab Parimo telah mencantumkan luas lahan 9,2 hektare terletak di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat.
Sementara itu Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan sesuai instruksi Presiden daya tampung SR ditingkatkan, dari sebelumnya 1.000 siswa menjadi 2.000 siswa per sekolah di tiap kabupaten/kota.
Maka pembangunan infrastruktur SR di Parimo memiliki daya tampung siswa sebanyak 2.000 orang, dilengkapi dengan asrama dan fasilitas penunjang lainnya.
"Saya berharap kolaborasi ini terus terjaga, sehingga apa yang telah diprogramkan pemerintah terealisasi dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat," ucapnya.
Sebagaimana konsep SR diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan tidak dipungut biaya alias gratis, sebagai upaya pemerintah memenuhi hak memperoleh pendidikan kepada masyarakat, sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkelanjutan.
Baca juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Parigi Moutong masuk tahap lelang
Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































