CSIS: Diplomasi RI perlu fokus regional untuk memaksimalkan peluang

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Ketua Departemen Hubungan Internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS) Lina Alexandra menilai bahwa Kementerian Luar Negeri RI memiliki banyak peluang jika peran diplomasi dijalankan secara lebih fokus.

"Kami melihat banyak peluang yang seharusnya dapat diambil oleh Kementerian Luar Negeri jika peran diplomasi dijalankan dengan lebih fokus, memiliki prioritas yang jelas, serta disesuaikan dengan kapasitas Indonesia," kata Lina dalam "CSIS Media Briefing: Merespons Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 dipantau secara daring di Jakarta, Kamis.

Lina mengatakan salah satu langkah yang dapat menunjukkan fokus, kejelasan prioritas, dan kesesuaian dengan kapasitas nasional adalah memperkuat diplomasi di tingkat regional.

"Peran diplomasi Indonesia yang diwarnai dengan ambisi global tidak salah, tetapi seharusnya dimulai dengan cakupan regional yang lebih visible," katanya.

Ia menilai bahwa Indonesia sangat diharapkan—meskipun bukan Ketua ASEAN—untuk tetap menunjukkan kepemimpinannya bersama-sama Ketua ASEAN dalam menangani krisis Thailand dan Kamboja.

"Harapan ini wajar, mengingat Indonesia memiliki pengalaman diplomatik yang relevan dalam konteks tersebut," katanya.

Lebih lanjut, Lina menjelaskan bahwa Indonesia juga telah mengemukakan pentingnya platform Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang merupakan mekanisme ASEAN-led, sebagai arena kunci untuk menavigasi ketidakpastian global akibat perang dagang dan perang tarif, khususnya antara AS dan China.

"Sayangnya, hal ini tidak terlalu digarisbawahi, bahkan tidak disebutkan dalam PPTM 2026", ucapnya.

Ia menambahkan bahwa sebagai primus inter pares di kawasan, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan beragam gagasan atau strategi yang bersifat defensif.

Indonesia, menurutnya, harus terus berperan aktif dengan kepentingan nasional yang terdefinisi secara jelas serta didukung oleh gagasan dan inisiatif yang konkret.

Ia menambahkan, pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah strategi apa yang seharusnya diterapkan Indonesia untuk menghadapi berbagai bentuk ketidakpastian global.

"Inilah yang seharusnya menjadi fokus utama pemerintah, melalui diskusi yang mendalam dan berkelanjutan bersama para ahli, guna merumuskan langkah-langkah kebijakan yang tepat," katanya.

Baca juga: Stabilitas domestik perkuat diplomasi RI di tengah dunia multipolar

Baca juga: RI tekankan kesiapan & kewaspadaan dalam diplomasi di tengah rapuhnya tatanan global

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |