China berencana perluas Pusat Inovasi Iptek jadi Klaster Regional

3 hours ago 2

Beijing (ANTARA) - China berencana memperluas pusat inovasinya dari kota-kota individu menjadi klaster regional yang lebih luas, dengan tujuan membangun pusat-pusat inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang berpengaruh secara global dalam 10 tahun ke depan, demikian disampaikan pejabat top bidang ilmu pengetahuan negara tersebut.

Langkah ini, yang diusulkan dalam Konferensi Kerja Ekonomi Pusat (Central Economic Work Conference) yang menjadi penentu arah kebijakan pada Desember tahun lalu, akan memperluas pusat inovasi teknologi internasional Beijing hingga mencakup seluruh daerah Beijing-Tianjin-Hebei.

Sementara itu, pusat inovasi Shanghai kini akan mencakup seluruh Delta Sungai Yangtze, melibatkan pusat-pusat ekonomi utama seperti Jiangsu, Zhejiang, dan Provinsi Anhui yang berfokus pada teknologi.

Kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area/GBA) Guangdong-Hong Kong-Makau menjadi pusat ketiga dalam rencana itu.

Perubahan ini menandai sebuah fase baru dengan pusat-pusat inovasi "beralih dari pembangunan kota tunggal ke koordinasi regional yang terintegrasi," kata Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China Yin Hejun kepada Xinhua pada Rabu (14/1).

"Tujuannya adalah untuk semakin memperkuat fungsi-fungsi dalam inovasi, kepemimpinan industri kelas atas, dan pengumpulan talenta unggul, memastikan pembangunan pusat-pusat inovasi iptek yang berpengaruh secara global pada 2035," ujar Yin.

Dalam beberapa tahun terakhir, pusat-pusat inovasi di Beijing, Shanghai, dan GBA telah menghasilkan sejumlah pencapaian terobosan dan mendorong pembentukan beberapa klaster manufaktur canggih.

"Konsentrasi sumber daya di dalam klaster-klaster inovasi ini dapat membantu perusahaan mengoordinasikan dan berbagi sumber daya, serta memfasilitasi interaksi antarpencapaian industri. Hal ini akan mengurangi biaya inovasi dan mempersingkat siklus litbang," papar chairman perusahaan tersebut, Huang Hu.

Dia menambahkan pihaknya akan memanfaatkan efek klaster untuk mendorong transfer lebih banyak teknologi dari laboratorium ke pasar.

Dalam beberapa tahun terakhir, pusat-pusat inovasi di Beijing, Shanghai, dan GBA telah menghasilkan sejumlah pencapaian terobosan dan mendorong pembentukan beberapa klaster manufaktur canggih. ANTARA/Xinhua.

Pada 2024, intensitas penelitian dan pengembangan (litbang) di Beijing, Shanghai, dan Provinsi Guangdong masing-masing mencapai 6,58 persen, 4,35 persen, dan 3,6 persen, menempatkan ketiganya sebagai tiga daerah teratas di negara tersebut.

Kekuatan dan vitalitas inovasi mereka juga mendapatkan pengakuan global. Klaster inovasi Shenzhen-Hong Kong-Guangzhou di GBA menduduki peringkat teratas dalam Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index) 2025 yang dirilis oleh Organisasi Hak Kekayaan Intelektual Dunia (World Intellectual Property Organization/WIPO), mengungguli klaster Tokyo-Yokohama di Jepang dan merebut posisi nomor satu untuk kali pertama.

Banyak perusahaan telah memperluas kehadiran mereka di pusat-pusat inovasi terkemuka tersebut untuk memanfaatkan efek klaster dan mendorong pengembangan mereka masing-masing.

JoyGovAI, penyedia layanan teknologi informasi yang berbasis di Chengdu, menjadi salah satu perusahaan yang membuka cabang di Beijing dan Shanghai, dan saat ini sedang dalam proses mendirikan kantor di Shenzhen.

"Konsentrasi sumber daya di dalam klaster-klaster inovasi ini dapat membantu perusahaan mengoordinasikan dan berbagi sumber daya, serta memfasilitasi interaksi antarpencapaian industri. Hal ini akan mengurangi biaya inovasi dan mempersingkat siklus litbang," papar chairman perusahaan tersebut, Huang Hu. Dia menambahkan pihaknya akan memanfaatkan efek klaster untuk mendorong transfer lebih banyak teknologi dari laboratorium ke pasar. ANTARA/Xinhua.

Seperti disampaikan pengusaha Huang Hu, memperluas jaringan pusat inovasi iptek internasional akan membantu mengintegrasikan inovasi teknologi dengan kemajuan industri secara lebih baik, yang juga telah ditetapkan sebagai prioritas utama bagi Kementerian Iptek China dalam lima tahun ke depan.

Menurut Yin, lebih banyak upaya akan difokuskan untuk mendorong integrasi, memperkuat peran perusahaan sebagai penggerak utama inovasi, serta mendukung pembangunan sistem industri modern.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |