Jakarta (ANTARA) - PT Central Finansial X (CFX), bursa kripto Indonesia yang berlisensi dan diawasi OJK, berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi aset kripto bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Sebagai sosialisasi awal melalui CFX Connect, Direktur Utama CFX Subani menyasar lingkungan akademisi agar dapat mempercepat adopsi aset kripto bagi generasi muda.
“CFX berharap dapat menciptakan program edukasi dan kampanye melalui seminar dan kolaborasi dengan akademisi guna meningkatkan kesadaran publik terhadap aset kripto. Selain itu, CFX juga ingin mengenalkan konsep manajemen risiko dalam investasi aset kripto, termasuk di dalamnya diversifikasi portofolio,” ujarnya dalam kegiatan di Universitas Binus Alam Sutera, dikutip dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), sekitar 62 persen pengguna aset kripto di Indonesia berusia 18-30 tahun.
Dari data tersebut, yang termasuk ke dalam generasi Z dengan kisaran usia 18-24 tahun mencapai 26,9 persen atau setara dengan 5,73 juta pengguna aset kripto dan yang termasuk ke dalam Generasi Milenial dengan kisaran usia 25-30 tahun mencapai 35,1 persen atau setara dengan 7,47 juta pengguna aset kripto.
“Semoga adanya kegiatan CFX di Binus Alam Sutera ini dapat memberikan informasi dan pengetahuan mengenai aset keuangan digital termasuk aset kripto. Tentu saja, diharapkan mampu meningkatkan kesiapan para mahasiswa untuk memasuki pasar kerja yang berkaitan dengan fintech, teknologi blockchain, keamanan informasi dan bidang terkait lainnya,” terang Subani.
Dia menyampaikan, perkembangan ekosistem aset kripto di Indonesia terus berkembang pesat dari tahun ke tahun. Apalagi kini telah hadir CFX sebagai Self Regulatory Organization (SRO) bersama PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).
Kehadiran ketiganya sangat penting dalam meningkatkan keamanan maupun tingkat kepercayaan seluruh pengguna aset kripto di Indonesia.
“Kalau bicara tentang pertumbuhan, kita berharap volume perdagangan tahun ini akan lebih baik dibandingkan 2024. Kenaikan bisa cukup signifikan karena ada produk baru, yakni kripto derivatif yang diluncurkan pada kuartal IV 2024. Pada tahun ini, kontribusi dari kripto derivatif bisa besar karena perdagangan dilakukan secara full year, kalau tahun lalu kan hanya satu kuartal saja,” tambah Subani.
Adapun jumlah investor kripto di dalam negeri terus bertambah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Desember 2024, jumlahnya mencapai 22,91 juta investor atau meningkat dari bulan sebelumnya yang sebanyak 22,1 juta.
Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat pula mengalami peningkatan sebesar 15,58 persen secara bulanan (mtm) menjadi Rp94,08 triliun.
Bila dilihat dari perbandingan perkembangan nilai transaksi aset kripto pada tahun 2023 dengan tahun 2024, nilai transaksi aset kripto domestik meningkat lebih dari empat kali lipat di mana sepanjang tahun 2024 nilainya mencapai Rp650,6 triliun.
Adapun CFX merupakan bursa berjangka kripto yang diatur oleh pemerintah yang berkomitmen untuk memajukan pasar aset digital di Indonesia.
Dengan misi membangun infrastruktur yang aman, memastikan kepatuhan regulasi, dan mendorong inovasi, CFX bertujuan untuk memimpin industri dengan menciptakan ekosistem aset digital yang aman, inovatif, dan inklusif.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025