Brida Sulteng beri pelatihan pengelolaan inovasi daerah tingkatkan IID

1 week ago 7
Brida Sulteng bertanggung jawab dalam meningkatkan kematangan nilai IID yang ada di kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, salah satunya Kabupaten Donggala

Palu (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan pelatihan pengelolaan inovasi daerah dalam upaya meningkatkan nilai indeks inovasi daerah (IID) Kabupaten Donggala.

"Brida Sulteng bertanggung jawab dalam meningkatkan kematangan nilai IID yang ada di kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, salah satunya Kabupaten Donggala," kata Kepala Bidang Riset, Inovasi, dan Teknologi Daerah Brida Sulteng Hasim R di Palu, Sabtu.

Ia mengatakan, Brida Sulteng terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan nilai IID melalui pelatihan pengelolaan inovasi daerah berlandaskan atas Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah.

Selain aturan tersebut, kata dia, rendahnya kematangan inovasi daerah Kabupaten Donggala juga menjadi salah satu sebab pembinaan pengelolaan inovasi daerah ini dilakukan.

Sementara itu, nilai IID Kabupaten Donggala pada 2024 di angka 6,1 dengan kategori kurang inovatif.

Hasim juga menyebutkan, terdapat empat kabupaten yang masuk dalam kategori kurang inovatif, yakni Kabupaten Donggala, Buol, Banggai Kepulauan dan Poso.

"Kami mengharapkan melalui pendampingan dan pelatihan yang digencarkan saat ini, seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah pada 2025 dapat memperoleh kategori inovatif," katanya.

Ia mengatakan, IID sendiri terbagi menjadi dua aspek, yakni aspek satuan pemerintah daerah dan satuan inovasi, yang mana terdapat delapan variabel dan 36 indikator yang harus dipenuhi.

Hasim menjelaskan bahwa terdapat beberapa indikator yang harus dipenuhi dalam inovasi tersebut, di antaranya seperti teknologi inovasi daerah, inovasi bimbingan teknis, keterlibatan aktor inovasi, pelaksanaan inovasi daerah, jejaring inovasi, sosialisasi inovasi daerah.

Nilai skor IID Provinsi Sulawesi Tengah berada di angka 59,07 dengan predikat inovatif pada 2024, yang mengalami peningkatan dari 2023 yang hanya memperoleh skor 34,00 dengan predikat kurang inovatif.

Baca juga: Brida dan Pemkab ciptakan aplikasi penunjang perikanan tangkap

Baca juga: Brida Sulteng bentuk tim kajian riset pengembangan Palu Geopark City

Baca juga: Brida Sulteng-Untad sinergi lakukan riset hilirisasi nikel

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |