Batam (ANTARA) - Badan Pelayanan, Perlindungan, Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) melakukan pemetaan lulus SMA sederajat untuk bekerja di luar negeri secara legal.
Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi mengatakan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) pada tahun 2026 mendapat target dari pemerintah pusat untuk menepatkan tenaga kerja ke luar negeri sebesar 500 ribu orang. Target ini meningkat dari target pada tahun sebelumnya sebanyak 420 ribu orang.
“Di tahun 2026 ini terjadi perubahan target, dimana target mungkin bertambah kurang lebih 500 ribu secara nasional, diantaranya 300 ribu diperuntukkan untuk lulusan SMA dan SMK sederajat, 200 ribu untuk yang profesional lulusan dari sekolah tinggi vokasi,” kata Imam dikonfirmasi di Batam, Minggu.
Pada tahun 2025 dari 420 ribu orang target secara nasional penempatan PMI di luar negeri, kata dia, Kepri mendapat target 1.895 orang dan berhasil merealisasikan penempatan PMI bekerja di luar negeri sebanyak 2.306 orang.
Baca juga: BP3MI sebut pelatihan kerja bidang welder dibutuhkan di Kepri
Sehubungan dengan peningkatan target secara nasional tersebut, BP3MI Kepri telah melakukan persiapan untuk mendukung terealisasinya target tersebut.
BP3MI Kepri juga sudah melakukan evaluasi dengan pemangku kepentingan terkait yang ada di Kepri untuk mewujudkan target tersebut.
“Rencananya kami di tahun 2026 ini mempersiapkan rapat koordinasi dengan lintas sektoral dalam memberangkatkan para pekerja migran di Kepri. Karena target ini bukan hanya tugas BP3MI, tapi tugas bersama,” katanya.
Imam Riyadi mengatakan pihaknya menyiapkan upaya-upaya untuk memenuhi target penempatan pekerja di luar negeri pada tahun 2026 dengan melakukan optimalisasi, pemetaan calon PMI yang ada di Kepri, khususnya lulusan SMK.
Baca juga: KJRI Johor Bahru dan BP3M Kepri fasilitasi deportasi 230 PMI
“Kami sudah siapkan, kami sudah melakukan MoU dengan 17 SMK di Kepri,” katanya.
Selain itu, kata dia, BP3MI Kepri juga melaksanakan program go global dari KP2MI, dimana lulusan dari SMA di Kepri disiapkan untuk bekerja dan bersaing baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Sepanjang 2025 BP3MI Kepri telah memberangkatkan pekerja migran Indonesia bekerja di luar negeri sebanyak 2.306 orang. Jenis pekerja yang banyak menyerap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yakni di bidang pengelasan (welder), disusul anak buah kapal, dan pekerja pipa (fitter).
Baca juga: Menteri P2MI kunjungan kerja ke Batam, ini agendanya
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































