Bersamaan dengan Nyepi, Kemenag Bali tiadakan pantauan hilal Idul Fitri

4 hours ago 3

Denpasar (ANTARA) - Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Bali memastikan tahun ini hanya melakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal awal Ramadhan 1446 Hijriah tanpa menggelar pemantauan hilal 1 Syawal 1446 Hijriah untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri.

“Kegiatan rukyatul hilal itu memang rutin kami laksanakan sebelum puasa Ramadhan dan sebelum Idul Fitri, namun untuk tahun ini hanya kami laksanakan sebelum Ramadhan saja karena sebelum Idul Fitri ada kegiatan Nyepi,” kata Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kanwil Kemenang Provinsi Bali, Abu Siri, di Denpasar, Rabu.

Diketahui semestinya pemantauan hilal Idul Fitri dijadwalkan pada Jumat, 28 Maret 2024, namun di hari tersebut seluruh masyarakat di Bali tidak dapat beraktivitas di luar rumah dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1947.

“Kegiatan rukyatul hilal di provinsi lain d seluruh Indonesia tetap dilaksanakan, hanya Bali saja yang tidak dilaksanakan karena bersamaan dengan Hari Suci Nyepi, Bali ikut hasil sidang isbat di Jakarta,” ujar Abu Siri.

Untuk mengantisipasi gesekan di masyarakat, informasi peniadaan pemantauan hilal ini telah disampaikan Kemenag Bali ke instansi lain seperti BMKG, Pengadilan Tinggi Agama, Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat.

Abu Siri memastikan agar seluruh umat Islam di Bali memahami alasan absennya pemantauan hilal karena menghargai hari suci Umat Hindu, sehingga nantinya Bulan Ramadan berjalan baik di mana antar-umat beragama dapat melaksanakan ibadah masing-masing.

“Kita saling menghormati antar-pemeluk agama sehingga tidak ada gesekan di masyarakat, mari bersama-sama saling membantu dan menolong sehingga situasi kondisi yang ada di Bali dapat dijaga dengan aman, damai, tenteram, dan sejahtera,” kata dia.

Meski terdapat kegiatan yang absen tahun ini, Kanwil Kemenag Bali mengaku tetap menjalankan agenda-agenda lainnya sejak sebelum memasuki Bulan Ramadhan.

“Hari ini ada acara tabligh Ramadhan, syukuran dalam rangka memasuki Bulan Suci Ramadhan, kemudian selanjutnya kultum yang dilaksanakan ASN Kemenag Bali dan di kabupaten juga ada,” ujarnya.

Abu Siri mengatakan yang sedikit berbeda dari tahun-tahun lalu adalah kegiatan Safari Ramadhan yang umumnya dilakukan dengan berkeliling kabupaten/kota, kini dioptimalkan hanya melalui pertemuan daring sebanyak empat kali.

Baca juga: Kemenag DIY sebut awal Ramadhan 1446 H berpeluang bareng pada 1 Maret
Baca juga: Kemenag pantau hilal awal Ramadhan di 125 titik

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |