Pekanbaru, (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau menemukan jejak harimau sumatra usai seorang warga bernama Zulfikar mengaku bertemu hewan liar itu di Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin menjelaskan saksi menyebutkan perjumpaan tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB pada Kamis (8/1). Untuk itu tim BBKSDA melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Hasil pengecekan lapangan yang dilakukan pada Jumat (9/1) menemukan jejak harimau sumatra berukuran sekitar 12 centimeter di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya,” kata Ujang dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Minggu.
Ujang menjelaskan, Zulfikar mengaku saat itu dalam perjalanan menyusul dua temannya yang lebih dahulu memancing di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya. Kemudian dalam perjalanan tersebut, Zulfikar tiba-tiba merasa seperti diawasi sorot mata dari kejauhan.
Baca juga: BKSDA Sumbar terima tiga laporan konflik harimau di Agam
Saksi awalnya menduga sorot mata itu milik sapi namun setelah mengarahkan lampu senter ke arah itu dia melihat seekor harimau sumatera berada sekitar empat meter dari posisinya, terpisah oleh parit antara jalan dan kebun.
Dalam kondisi ketakutan, Zulfikar langsung menjauh dan mencari perlindungan hingga mendapati sebuah pondok pekerja koperasi. Di lokasi tersebut, ia juga memperingatkan dua rekannya agar segera berlindung dan tidak melanjutkan aktivitas.
Lebih lanjut, Ujang menjelaskan bahwa dari hasil pengecekan lapangan, tim menemukan jejak harimau sumatera yang mengarah ke kawasan Hutan Produksi (HP) dengan jarak sekitar empat kilometer dari titik perjumpaan. Tim memperkirakan hanya satu ekor harimau yang melintas di lokasi itu
Atas temuan tersebut, tim BBKSDA Riau juga melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat melalui pemerintah desa agar meningkatkan kewaspadaan.
“Tim meminta warga untuk tidak beraktivitas sendirian, mengutamakan kegiatan secara berkelompok, serta menghindari aktivitas terlalu pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif harimau sumatera,” pesannya.
Baca juga: BKSDA Sumbar turunkan petugas tindak lanjuti bebek dimangsa harimau
Baca juga: Harimau sumatera menerkam petani di Lampung Barat
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































