Bappenas: Riset dan inovasi elemen kunci pembangunan berkelanjutan

1 week ago 9

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan riset dan inovasi merupakan elemen kunci pembangunan berkelanjutan.

“Penting sinergi perguruan tinggi dengan pemerintah untuk menyongsong Visi Indonesia Emas 2045. Universitas berperan strategis menghasilkan riset yang aplikatif untuk menjawab tantangan pembangunan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri harus diperkuat agar inovasi yang dihasilkan dapat berdampak nyata,” ujarnya saat melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana, dikutip dari keterangan resmi, Jakarta, Kamis.

Universitas Udayana disebut telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam bidang penelitian, terutama sektor ekonomi kreatif, ketahanan pangan, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan.

Sebagai bagian penguatan ekosistem riset dan inovasi, lanjutnya, Kementerian PPN/Bappenas terus mendorong peningkatan daya saing Universitas Udayana melalui kerja sama strategis, khususnya dalam program pengembangan sumber daya manusia (SDM) perencana.

“Program ini mencakup beasiswa pendidikan S2 dan S3 bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) di sektor kritikal yang mendukung prioritas pembangunan, serta pelatihan berbasis kompetensi terintegrasi dengan proyek prioritas,” kata Rachmat.

Dalam kesempatan itu, Universitas Udayana dinyatakan mengajukan usulan pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies pada 2026 melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi pusat riset dan inovasi berbasis teknologi, serta mendukung kolaborasi multi disiplin pengembangan SDM.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Universitas Udayana guna menciptakan ekosistem riset lebih inklusif dan berdampak luas bagi pembangunan.

“Universitas Udayana perlu berperan aktif dalam penguatan kapasitas SDM, riset berbasis data, serta advokasi kebijakan yang berorientasi pada solusi. Melalui kolaborasi erat antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri, kita dapat menghadirkan inovasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri PPN.

Baca juga: Bappenas jelaskan langkah capai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan

Baca juga: Pemerintah bidik perluasan ekspor dalam World Expo 2025 Osaka

Baca juga: Luhut tegaskan kampus punya andil dukung Indonesia Emas 2045

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |