Jakarta (ANTARA) - Pebasket tim nasional (timnas) bola basket putra Indonesia Andakara Prastawa menyebut bahwa skuad Garuda sudah mulai dan tengah serius mematangkan sistem permainan, guna menghadapi SEA Games Thailand 2025 pada Desember.
"Sekarang kami masih mengimplementasikan sistem permainan dengan perlahan, karena pekan lalu baru proses transition play, terus diterapkan dalam game play sedikit demi sedikit" kata Prastawa usai menjalani latihan timnas di GOR GMSB, Kuningan, Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan, komposisi tim saat ini sedikit terkendala di sektor bigman, karena tidak hadirnya sejumlah nama andalan, seperti Vincent Kosasih.
Selain itu, ketiadaan pemain naturalisasi andalan seperti Lester Prosper dan Marques Bolden akibat regulasi SEA Games, membuat pelatih harus menyusun strategi berbeda.
"Pelatih sudah mengatur bagaimana game play kami, memang kalau size (ukuran tubuh pemain) kami mungkin kalah, makanya kami membuat permainan yang mengandalkan banyak kecepatan dan tembakan," ujar kapten Pelita Jaya Jakarta tersebut.
Prastawa optimistis kualitas pemain lokal tetap mampu bersaing di SEA Games nanti.
Sebab, kekuatan tim justru bisa dioptimalkan lewat permainan cepat, pergerakan tanpa bola, serta akurasi tembakan dari semua posisi.
“Semua pemain bisa menembak, jadi nanti paint area bisa terbuka, tetapi bukan berarti hanya mengandalkan senjata luar, kami main luar-dalam dengan pergerakan, jadi bukan main satu lawan satu di sisi dalam," kata pemain senior itu.
Pemain timnas bola basket putra Indonesia Andakara Prastawa menjawab pertanyaan wartawa, usai berlatih untuk persiapan SEA Games Thailand 2025, di GMSB, Kuningan, Jakarta, Jumat (19/9/2025). ANTARA/Donny AditraBaca juga: Singleton yakin timnas bola basket bisa kembali rebut emas SEA Games
Prastawa menambahkan, terkait sisi pertahanan, dirinya dan para pemain lain sudah mulai memahami sistem bertahan yang diinginkan pelatih.
Para pemain mulai bisa saling mengingatkan posisi dan tanggung jawab masing-masing di lapangan.
Dia mengaku, saat awal mengikuti pemusatan latihan nasional (TC) pada Agustus lalu, para pemain masih bingung dengan peran masing-masing saat mengikuti game play latihan, karena memiliki latar belakang pola permainan yang berbeda-beda.
Namun, kini hal itu tidak terjadi lagi karena semuanya sudah saling mengingatkan, sehingga pergerakan pemain sudah lebih bagus guna membangun defensive system.
Dia mengungkapkan, dalam sesi latihan berikutnya pelatih akan menambah variasi permainan agar skema tim semakin matang.
Jika chemistry terbangun dengan bagus, maka dia yakin timnas akan mampu tampil lebih kompak dan siap menghadapi lawan manapun.
Baca juga: Manajer: Timnas bola basket putra uji coba ke Australia pada Oktober
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































