xAI milik Elon Musk hadapi gugatan atas polusi pusat datanya

1 day ago 5

Jakarta (ANTARA) - Salah satu organisasi sipil di AS, National Association for Advancement of Colored People (NAACP), menggugat perusahaan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) milik Elon Musk yaitu xAI atas dugaan polusi yang ditimbulkan pusat datanya mencemari udara.

Secara lebih spesifik gugatan ini diajukan kepada anak perusahaan xAI bernama MZX Tech atas operasional turbin gas metana yang beroperasi tanpa izin ke pusat data Colossus 2 di South Memphis, AS.

Dilaporkan Engadget (14/4), gugatan itu diajukan NAACP di Pengadilan Distrik Federal North Mississipi dengan mengacu pada ketentuan Undang-Undang Udara Bersih.

Gugatan itu meminta xAI agar bisa berhenti menggunakan turbin tanpa izin, selain itu pengadilan diharapkan dapat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap xAI karena melanggar hukum federal.

Baca juga: Eks karyawan nilai aspek keselamatan di xAI melemah, Grok jadi sorotan

Dalam detail gugatan, diungkapkan bahwa xAI sebagai perusahaan milik Elon Musk diyakini telah mengoperasikan 27 turbin gas tanpa izin untuk memberi daya pada pusat data Colossus 2, salah satu dari sejumlah pusat data yang telah didirikan xAI untuk melatih Grok, asisten AI-nya.

Turbin gas dalam gugatan tersebut dijelaskan mengeluarkan polusi, bahan kimia berbahaya, dan partikel halus yang berpotensi menimbulkan sejumlah masalah kesehatan seperti masalah jantung, penyakit pernapasan, dan bahkan memicu kanker tertentu.

Hal yang menjadi kekhawatiran utama dalam gugatan ini adalah lokasi Colossus 2 yang berdekatan dengan permukiman penduduk.

Baca juga: SpaceX akuisisi xAI untuk bangun pusat data di luar angkasa

Mengoperasikan turbin ini tanpa izin udara juga melanggar Undang-Undang Udara Bersih, yang mensyaratkan sumber polusi harus memiliki izin sebelum dioperasikan atau dibangun. NAACP dalam gugatan ini diwakili oleh Southern Environmental Law Center dan Earthjustice.

Sebelum mengajukan gugatan hari ini, NAACP mengirimkan pemberitahuan niat untuk menggugat kepada xAI selama 60 hari sesuai dengan Undang-Undang Udara Bersih.

Kegagalan xAI untuk menanggapi pemberitahuan tersebut adalah alasan mengapa gugatan ini dilanjutkan ke meja hijau.

Baca juga: Tiga perusahaan Elon Musk dikabarkan berencana merger

"Pengoperasian turbin-turbin ini secara terus-menerus oleh xAI tanpa izin dan tanpa pengendalian polusi yang memadai bukan hanya ilegal, tetapi juga mencederai hak keluarga-keluarga yang tinggal di dekatnya yang selama berbulan-bulan telah menyatakan kekhawatiran serius tentang bagaimana polusi udara dari pembangkit listrik pribadi perusahaan tersebut dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan mereka," kata Ben Grillot, Pengacara Senior untuk Southern Environmental Law Center.

Ben menambahkan "xAI harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakan ceroboh dan melanggar hukumnya — dan itulah yang ingin dicapai oleh gugatan ini."

Selain biaya tinggi untuk pengadaan komponen yang melatih dan menjalankan model AI, perusahaan AI seringkali harus menyiapkan sumber daya untuk menjalankan pusat data tempat semua komponen tersebut dipasang.

Oracle dilaporkan beralih ke generator gas seperti xAI. Sementara itu, pemain industri lainnya seperti Google, Meta, dan Amazon telah berinvestasi atau menandatangani kesepakatan dengan penyedia energi nuklir dalam mendukung upaya pusat data mereka.

Baca juga: California selidiki xAI terkait konten eksplisit tanpa persetujuan

Membangun sumber energi baru untuk pusat data adalah salah satu dari beberapa metode penurunan harga yang diusulkan dalam Ratepayer Protection Pledge, sebuah perjanjian yang ditandatangani oleh beberapa perusahaan teknologi untuk mencoba mencegah pusat data menaikkan biaya tagihan energi rata-rata masyarakat.

Membangun sumber energi baru dengan cepat mungkin dapat membantu mengurangi biaya, tetapi hal itu tidak memperhitungkan dampak lingkungan negatif dari keberadaan pembangkit listrik baru di lingkungan masyarakat umum.

Hal ini tidak diperhatikan oleh pemimpin AS saat ini dan dalam proposal kerangka kerja AI terbaru yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump sebagian besar mengabaikan dampak lingkungan dari AI.

Pemerintahannya lebih memilih menyerukan agar proses perizinan untuk hal-hal seperti generator energi justru disederhanakan.

Baca juga: xAI diwartakan memberhentikan sekitar 500 pekerja

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |