BGN tutup sementara SPPG Air Asuk di Kepulauan Anambas

2 hours ago 2

Natuna (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk, di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Anambas Sahril saat dikonfirmasi dari Natuna, Kamis, mengatakan pada Rabu (15/4) terjadi kejadian luar biasa (KLB) berupa dugaan keracunan makanan yang dialami para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Air Asuk.

Baca juga: SPPG Air Asuk di Kepulauan Anambas gunakan pompong untuk salurkan MBG

Keracunan tersebut diduga terjadi setelah para penerima manfaat mengonsumsi makanan yang diolah oleh SPPG atau dapur program MBG Air Asuk. Para korban langsung dilarikan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat pada hari yang sama untuk mendapatkan penanganan medis.

“Penyebab pasti apakah benar berasal dari program MBG, masih dalam penelusuran dan pengujian oleh pihak RSUD, puskesmas dan Dinas Kesehatan,” ujar Sahril.

Ia menyebutkan jumlah korban akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai 158 orang. Membawa korban ke fasilitas kesehatan adalah langkah pertama yang dilakukan oleh pihaknya guna memastikan keselamatan korban dengan segera memberikan penanganan medis.

Penutupan sementara operasional SPPG juga dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat serta mencegah kemungkinan kejadian serupa terulang.

Baca juga: Polres Anambas bagikan bingkisan Imlek untuk pengurus vihara

Baca juga: Tim SAR gabungan Anambas selamatkan lima awak kapal tenggelam

BGN memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan layanan sebelum operasional kembali dibuka.

“Penutupan dilakukan sejak kejadian dan akan berlangsung hingga waktu yang belum dapat ditentukan, menunggu hasil investigasi dan evaluasi lebih lanjut,” ujar dia.

Pewarta: Muhamad Nurman
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |