Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima sebanyak 61.174 usulan aspirasi masyarakat dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026, mulai dari tingkat kelurahan sampai dengan kabupaten/kota.
"Sejak tanggal 2-10 April lalu, kami telah memperoleh sebanyak total 12.158 usulan, dan usulan yang disampaikan melalui kanal usulan langsung, dengan total sebanyak 5.861," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania dalam kegiatan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027 di Jakarta, Kamis.
Selain itu, jumlah aspirasi masyarakat yang diperoleh melalui reses DPRD DKI Jakarta sebanyak 43.155 usulan, yang dapat diakomodir dalam rancangan RKPD tahun 2027.
Sementara itu, pada Kamis, Pemprov DKI Jakarta mengadakan Musrenbang tingkat provinsi, sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, untuk membahas rancangan RKPD dalam memperoleh kesepakatan terhadap sasaran dan prioritas pembangunan daerah pada 2027.
Musrenbang tersebut diikuti peserta dari berbagai unsur pemerintahan dan diharapkan pembahasan dapat dilakukan secara partisipatif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
"Menggunakan berbagai metode yang memastikan seluruh usulan dapat kami elaborasi dalam rencana pembangunan tahun 2027," kata Atika.
Baca juga: Ini yang harus jadi pertimbangan penyusunan pembangunan DKI 2027
Pemprov DKI berharap melalui forum tersebut, seluruh masukan, aspirasi, dan kesepakatan yang dihasilkan dapat memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah dalam rangka menjawab tantangan pembangunan ke depan secara lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto menuturkan kegiatan Musrenbang Kota/Kabupaten beberapa waktu lalu meminta agar seluruh perangkat daerah memastikan usulan anggaran yang dialokasikan dalam belanja daerah selaras dengan kebijakan pusat, visi daerah, isu strategis, dan prioritas pembangunan pada 2027.
Dia juga meminta kepada seluruh jajaran untuk melaksanakan prinsip efisiensi dan efektivitas dengan mempertimbangkan kemampuan penyerapan anggaran serta memperkuat kolaborasi di lintas sektor.
"Kemudian, menjadikan potensi kewilayahan sebagai pilar pertumbuhan baru untuk mendukung visi besar Jakarta sebagai kota global melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif," ungkap Uus.
Baca juga: DKI minta jajaran pastikan usulan anggaran selaras kebijakan pusat
Baca juga: Ini lima misi pembangunan Jakarta dari Pramono
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































