Tokyo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membahas "interaksi tingkat tinggi" dalam percakapan via telepon pada Kamis (17/9), menurut Kementerian Luar Negeri China.
Pembicaraan Wang dan Rubio itu dilakukan sepekan sebelum para pemimpin kedua negara akan menggelar pembicaraan di Washington.
Dalam perkembangannya, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Presiden AS Donald Trump secara pribadi dijadwalkan menyambut Presiden China Xi Jinping pada Rabu sore (23/9) dengan upacara penyambutan di Joint Base Andrews.
Rencana penyambutan Trump di bandara pinggiran ibu kota AS itu menjadi sebuah gestur luar biasa yang dilakukan sehari sebelum pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Xi di Gedung Putih.
Hal itu tampaknya mencerminkan keinginannya yang kuat untuk membangun hubungan AS yang stabil dengan China, setidaknya untuk saat ini.
Sebelumnya, saat Trump mengunjungi Beijing untuk kunjungan kenegaraan pada Mei lalu, ia disambut Wakil Presiden China Han Zheng setibanya di Beijing Capital International Airport.
Dalam panggilan telepon dengan Rubio, Wang menekankan bahwa diplomasi kepala negara berfungsi sebagai "jangkar" bagi hubungan China-AS. Kedua negara itu juga harus mempersiapkan tahap berikutnya dari pertukaran tingkat tinggi dengan menjunjung semangat kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, menurut pernyataan Kemlu China.
Wang mengatakan hubungan China-AS secara umum telah bergerak maju di jalur stabilitas strategis konstruktif, yang dipetakan oleh Xi dan Trump, dan membantu memenuhi harapan komunitas internasional.
Dia juga mengimbau kedua kekuatan besar China dan AS itu untuk memperkuat komunikasi, memajukan kerja sama, mengelola perbedaan, menghormati kepentingan inti masing-masing, serta mengirimkan pesan positif untuk bersama-sama memajukan perdamaian dan pembangunan dunia.
Wang dan Rubio juga bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah.
Pada Rabu (16/9), Menlu Wang melakukan pembicaraan dengan Menlu Iran Abbas Araghchi di Beijing. Dalam pembicaraan itu, Wang mendorong Iran dan AS untuk tetap rasional dan menahan diri, serta melakukan "konsultasi substantif".
Wang juga mengatakan kepada Araghchi bahwa konflik yang masih berlangsung antara AS dan Iran tidak sejalan dengan kepentingan bersama masyarakat internasional.
Baca juga: China-Iran bahas upaya penyelesaian konflik di kawasan Teluk
Baca juga: Trump isyaratkan terbuka bagi China produksi mobil listrik di AS
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































