Amerika Serikat (ANTARA) - Volvo menyiapkan teknologi plug-in hybrid (PHEV) dengan jarak tempuh listrik hingga 126 kilometer pada XC60 PHEV yang akan hadir pada 2028, sebagai langkah perusahaan menjadikan PHEV sebagai jembatan menuju kendaraan listrik sepenuhnya.
Laman CarBuzz, Kamis (17/9) waktu setempat melaporkan model tersebut untuk menjawab masalah pada kebanyakan PHEV yang hanya mampu menempuh sekitar 48 hingga 64 kilometer dengan tenaga listrik saja. Kemampuan itu membuat pengguna malas mengisi daya, dan akhirnya hanya memanfaatkan mesin bensinnya saja.
Perjalanan pergi-pulang ke tempat kerja rata-rata di Amerika Serikat (AS) mencapai sekitar 66 kilometer per hari, harga PHEV yang lebih mahal, serta kebutuhan untuk mengatur pengisian daya agar mobil dapat dimanfaatkan secara maksimal dinilai terlalu merepotkan bagi banyak pengguna.
Baca juga: Volvo XC60 2026 dapatkan peningkatan infotainment
Volvo XC60 PHEV akan dibekali baterai berkapasitas 41,2 kWh. Volvo yakin baterai tersebut mampu memberikan jarak tempuh hingga sekitar 126 kilometer hanya dengan tenaga listrik.
Baterai sebesar itu tergolong besar. Belum lama ini, kapasitas tersebut bahkan hampir merupakan ukuran standar baterai pada kendaraan listrik sepenuhnya.
Dengan baterai tersebut, XC60 PHEV akan memiliki jarak tempuh listrik terjauh di pasar AS. Volvo melihat PHEV dengan jarak tempuh listrik panjang sebagai jembatan menuju kendaraan listrik sepenuhnya bagi para pelanggannya.
“Kami berpikir bahwa sistem penggerak PHEV merupakan langkah yang sempurna menuju elektrifikasi sehingga kami dapat memberikan manfaat kendaraan listrik kepada pelanggan tanpa adanya kekhawatiran mengenai jarak tempuh. Jadi, kami percaya bahwa pelanggan yang beralih ke PHEV dengan jarak tempuh panjang ini akan menikmati pengalaman berkendara sepenuhnya dengan tenaga listrik, dan mereka akan beradaptasi untuk kemudian menggunakan mobil listrik sepenuhnya.” kata Commercial Product Lead Volvo Cars Olof Landin.
Untuk semakin menegaskan ambisinya, Volvo baru-baru ini mengumumkan rencana menghadirkan 13 kendaraan baru sebagai bagian dari apa yang disebut perusahaan sebagai "serangan produk terbesar sepanjang sejarahnya".
Kendaraan-kendaraan tersebut tidak selalu dirancang sebagai model yang sama untuk semua pasar. Sebaliknya, Volvo akan menghadirkan model-model tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar tertentu.
Sebagai bagian dari gebrakan produk baru tersebut, tujuh mobil akan ditujukan secara khusus untuk pasar Barat, kemungkinan beberapa di antaranya merupakan mobil wagon.
Kabar tersebut muncul bersamaan dengan informasi mengenai performa Volvo yang cukup kuat di pasar Eropa. Di kawasan tersebut, perusahaan asal Swedia itu mulai bersaing dengan para produsen mobil Jerman.
Baca juga: Volvo XC60 EV direncanakan baru akan tiba pada 2026
Baca juga: BMW uji coba iX5 bertenaga hidrogen dengan jarak tempuh 750 km
Baca juga: Volkswagen hentikan produksi Seat pada 2029
Baca juga: Geely dan Renault kembangkan sistem penggerak melalui Horse Powertrain
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

















































