Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat Lucid menggandeng mobilitas Eropa, Bolt, untuk menghadirkan setidaknya 25 ribu taksi otonom atau robotaxi di sejumlah kota di Eropa sekaligus menjadi bagian dari rencana Bolt untuk memperluas armadanya hingga 10 ribu sampai 2035.
Carscoops pada Jumat (18/9) waktu setempat melaporkan bahwa kendaraan yang disiapkan dalam kolaborasi tersebut akan menggunakan platform kendaraan menengah terbaru milik Lucid.
Sistem berkendara otonomnya mengandalkan teknologi Nvidia Hyperion, yang dikembangkan untuk mendukung pengoperasian kendaraan tanpa campur tangan pengemudi dalam kondisi yang telah ditentukan.
Baca juga: Lucid perkenalkan konsep SUV Gravity X untuk jelajah jalur ekstrem
Baca juga: Baterai EV buatan Samsung pecahkan rekor dunia jarak tempuh terjauh
Kesepakatan tersebut, menempatkan Lucid dan Bolt dalam persaingan pengembangan layanan robotaxi di Eropa.
Sejumlah perusahaan, termasuk Uber dan Waymo, juga tengah mengembangkan layanan transportasi otonom, sehingga industri mobilitas menghadapi perubahan dari layanan taksi konvensional menuju kendaraan yang dapat beroperasi secara mandiri.
Robotaxi Lucid dan Bolt ditargetkan menggunakan teknologi otonom SAE Level 4. Pada tingkat ini, kendaraan dapat menjalankan seluruh tugas berkendara secara otomatis dalam wilayah atau kondisi operasi tertentu yang telah ditetapkan.
Artinya, teknologi tersebut tidak dirancang untuk beroperasi secara mandiri di segala situasi seperti kendaraan SAE Level 5.
Bolt akan berperan dalam pengembangan standar teknis dan keselamatan, infrastruktur armada, serta sistem operasional layanan.
Perusahaan juga akan bekerja sama dengan mitra teknologi dan regulator Eropa, untuk mempersiapkan penerapan kendaraan otonom di sejumlah kota.
CEO Bolt Markus Villig mengatakan, regulasi keselamatan yang ketat menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan layanan kendaraan tanpa pengemudi di Eropa.
Menurut dia, kawasan tersebut tetap memiliki peluang untuk membangun teknologi otonom yang memenuhi kebutuhan dan standar lokal.
Baca juga: Mobil listrik Lucid pecahkan rekor, capai 1.205 km sekali isi daya
Sementara itu, Lucid akan memanfaatkan platform kendaraan menengahnya untuk mendukung pengembangan robotaxi sekaligus memperluas kapasitas produksi.
Kendaraan tersebut direncanakan diproduksi di fasilitas baru Lucid di Arab Saudi, yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.
Kerja sama dengan Bolt, menjadi tambahan bagi rencana Lucid di sektor kendaraan otonom.
Sebelumnya, perusahaan juga menjalin kemitraan dengan Uber dan Nuro di Amerika Serikat untuk mengembangkan layanan robotaxi yang menggunakan kendaraan Lucid.
Namun, kedua perusahaan belum mengungkapkan jadwal pasti penerapan 25.000 kendaraan tersebut, rincian investasi, maupun kota-kota yang akan menjadi lokasi awal operasional. Tahapan pengembangan dan persetujuan regulator akan menentukan waktu peluncuran layanan.
Langkah ini menunjukkan upaya industri otomotif dan perusahaan mobilitas untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik ke layanan transportasi komersial.
Selain menghadirkan kendaraan tanpa pengemudi, pengembangan robotaxi juga menuntut kesiapan infrastruktur, sistem keselamatan, dan aturan pengoperasian yang sesuai dengan karakteristik lalu lintas perkotaan di Eropa.
Baca juga: Lucidtarik 27.185 unit sedan mewah Lucid Air akibat risiko kebakaran
Baca juga: Lucid siapkan model mobil listrik baru dengan harga lebih terjangkau
Baca juga: Uber kenalkan versi produksi robotaxi hasil kolaborasi Lucid dan Nuro
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

















































