Wamenhaj minta petugas kesehatan siaga sambut jamaah gelombang kedua

2 weeks ago 8

Madinah (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta petugas kesehatan di Madinah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kedatangan jamaah haji Indonesia gelombang kedua dari Makkah.

Menurut Wamenhaj, jamaah gelombang kedua perlu mendapatkan perhatian khusus karena mereka tiba di Madinah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Makkah dan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kondisi tersebut berpotensi membuat jamaah mengalami kelelahan fisik yang cukup tinggi.

“Hati-hati, ini gelombang kedua. Mereka pasti sudah capek di sana, sudah berat. Apalagi setelah puncak haji, kemudian nanti kembali ke sini, ada yang menjalankan arbain dan aktivitas lainnya. Itu bisa akumulatif,” ujar Dahnil di Madinah, Sabtu.

Menurutnya, petugas kesehatan haji harus aktif melakukan pemantauan, tidak hanya menunggu jamaah datang ke layanan kesehatan. Ia meminta petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah dan tim kesehatan di sektor memperkuat koordinasi agar kondisi jamaah dapat terpantau sejak awal.

“Harus standby dan harus aktif. Selain layanan di sini, tim visitasi ke sektor juga harus berjalan,” kata Dahnil.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenhaj juga meninjau kesiapan layanan, ketersediaan obat, serta dukungan distribusi kebutuhan kesehatan untuk sektor-sektor di Madinah. Ia menegaskan, layanan kesehatan harus hadir cepat, responsif, dan menjangkau jamaah, terutama lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan.

“Pastikan kebutuhan layanan di sini siap, termasuk obat-obatan dan distribusi ke sektor. Jamaah harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan baik,” ujar Wamenhaj.

Wamenhaj juga mengapresiasi petugas kesehatan haji yang terus bersiaga melayani jamaah selama masa operasional haji. Ia meminta seluruh petugas menjaga stamina dan terus bekerja dengan semangat pelayanan.

“Kami berterima kasih kepada seluruh petugas kesehatan haji. Tetap jaga kesehatan, tetap siaga, dan berikan layanan terbaik untuk jamaah kita,” ujarnya.

Kemenhaj memastikan penguatan layanan kesehatan di Madinah menjadi bagian penting dalam fase pasca-Armuzna dan pergerakan jamaah gelombang kedua. Selain pelayanan di KKHI, pemantauan kesehatan juga dilakukan melalui sektor dan tim visitasi agar jamaah tetap aman dan terlindungi selama menjalani ibadah di Madinah hingga kembali ke tanah air.

Baca juga: 393 haji kloter pertama tiba di Bengkulu

Baca juga: 213 haji kloter pertama asal Riau tiba di Pekanbaru

Baca juga: Kemenkes: Kolaborasi di Soetta tekan angka kesakitan jamaah haji

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |