Jakarta (ANTARA) - Pelatih Korea Selatan (Korsel) Hong Myung-bo mengaku telah menerapkan strategi yang salah saat kalah 0-1 melawan Afrika Selatan pada laga terakhir kedua tim dalam Grup A Piala Dunia 2026, di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Kamis WIB.
Dia menjelaskan, keputusan yang diambilnya sebelum dan selama pertandingan tidak berjalan sesuai rencana sehingga tim berpeluang tipis untuk melaju ke fase gugur atau babak 32 besar.
"Dalam panggung sebesar ini, pelatih kepala bertanggung jawab atas seluruh hasil," kata Hong seusai pertandingan dalam laman FIFA.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tidak ada alasan lain selain penerapan strategi yang keliru dalam laga penentuan nasib Korsel tersebut.
Baca juga: Thapelo Maseko antar Afrika Selatan ke 32 besar
Dia juga menegaskan bahwa tidak ada gangguan kesehatan yakni keracunan makanan sehingga memengaruhi performa tim, seperti spekulasi yang beredar dan ditanyakan oleh media.
Pelatih itu lebih menekankan bila tanggung jawab sepenuhnya berada di tangannya sebagai pelatih timnas.
Korea Selatan kalah melalui gol tunggal Thapelo Maseko pada menit ke-63, yang sekaligus membawa Afrika Selatan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia.
Kekalahan tersebut, membuat Taeguk Warriors masih berstatus menunggu guna mengetahui peluang mereka untuk lolos sebagai tim peringkat ketiga terbaik di antara posisi ketiga lainnya di dalam Grup E, H, I, dan J.
South Africa advance to the knockout stage for the first time! ????#FIFAWorldCup
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) June 25, 2026Penerjemah: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































