Dinsos Kota Malang: 130 calon murid SRMA terdata pendamping PKH

1 hour ago 2

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Jawa Timur menyebut 130 calon pelajar Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) tahun ajaran 2026/2027 telah terdata oleh pendamping Program Keluarga Harapan.

"Kami diminta untuk melakukan penjaringan calon siswa SRMA, berdasarkan laporan dari teman-teman pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sudah terdata sekitar 130an calon murid baru," kata Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito di Kota Malang, Kamis.

Data calon murid SRMA yang telah tercatat akan terlebih dahulu diverifikasi atau diseleksi secara administrasi, sehingga pelajar baru bisa sesuai dengan kuota rombongan belajar (rombel).

Baca juga: KSP kawal pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Malang

Donny menyampaikan SRMA di Kota Malang berjumlah tiga rombel dengan kuota 75 siswa. Artinya, satu kelas akan diisi 25 pelajar.

Meski demikian, lanjutnya, pelajar baru tersebut nantinya dimungkinkan terlebih dahulu dititipkan daerah sekitar Kota Malang yang telah memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat, seperti di Kabupaten Malang, Blitar atau Pasuruan.

"Karena Kota Malang belum ada (gedung) Sekolah Rakyat permanen, sementara ini murid-murid belajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) dan SRMA rintisan," ucap dia.

Sebagai informasi, sementara ini SRMA menggunakan gedung milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di Jalan Kawi, Kota Malang dan SRMP 16 ditempatkan di gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom) di Jalan Raya Tlogowaru.

Mengenai lahan untuk gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Malang, Donny menyatakan pembangunan ditetapkan di wilayah Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang seluas 5,4 hektare.

Baca juga: Pemkot Malang pindahkan lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat

Baca juga: Kemenko PM monitoring dan evaluasi pelaksanaan SRMA 22 Malang

Lahan yang digunakan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat tersebut merupakan aset milik Pemkot Malang.

Proses dan jadwal pembangunan tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Meski demikian, Pemkot Malang berharap pembangunan gedung permanen untuk Sekolah Rakyat bisa cepat terlaksana agar program tersebut lebih banyak menjangkau anak-anak dari keluarga yang masuk desil 1-2 dalam data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).

"Harapan kami Juli sudah diputuskan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kota Malang," katanya.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |