Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah menyatakan bahwa otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA) memberikan izin resmi kepada maskapai Garuda Indonesia untuk mengisi kompartemen kosong atau empty leg saat pemulangan pesawat carter haji.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pemberian izin penerbangan ini merupakan kabar baik hasil dari rangkaian proses diplomasi intensif yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri.
"GACA memberikan izin kepada penerbangan kita, dalam hal ini Garuda Indonesia, untuk mengisi istilah dalam penerbangan itu empty leg. Jadi selama ini pesawat haji kita yang berstatus charter selalu pulang dalam kondisi kosong," kata dia.
Dahnil menjelaskan bahwa persoalan pesawat yang pulang dalam kondisi tanpa penumpang tersebut sebelumnya menjadi fokus perhatian utama dari Presiden Prabowo Subianto yang kemudian memerintahkan lintas kementerian untuk mencari solusi konkret.
Menindaklanjuti perintah Presiden itu, kata dia, Kemenhaj bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan Direktur Utama Garuda Indonesia menggelar pertemuan lanjutan untuk memastikan instruksi tersebut dapat dieksekusi mulai musim haji tahun ini dan seterusnya.
Baca juga: Tingkat ketepatan waktu keberangkatan penerbangan haji capai 96 persen
Guna memanfaatkan ruang kosong pada penerbangan pulang tersebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk mendorong promosi objek wisata domestik agar dapat dijual secara maksimal kepada masyarakat Timur Tengah, khususnya warga Arab Saudi.
"Nah, penumpangnya siapa? penumpangnya inilah yang kemudian kami bicarakan dengan Kementerian Pariwisata supaya kemudian mendorong pariwisata kita, objek wisata kita di Indonesia itu bisa dijual ke masyarakat Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia," cetusnya.
Dahnil mengungkapkan langkah taktis ini diambil mengingat besarnya potensi perputaran dana, di mana data mencatat total jamaah haji dan umrah asal Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi setiap tahunnya mencapai 3,2 juta orang, terdiri atas 3 juta orang umrah dan 221.000 orang haji.
Kemenhaj mencatat nilai uang yang beredar dan ikut berangkat ke Arab Saudi dari sektor tersebut berkisar antara Rp120 triliun - Rp180 triliun, sehingga Presiden meminta dibentuk tim khusus (task force) untuk meminimalisir cash outflow dan menciptakan cash inflow.
"Jadi ini catatan penting dan mudah-mudahan dari komitmen ini, komitmen Presiden ini, bisa membangun ekosistem ekonomi haji di satu sisi, dan juga pariwisata kita di sisi lain, dan memperkuat national flight kita yaitu Garuda Indonesia," kata dia menegaskan.
Baca juga: Jamaah haji Sumbar terima bantuan pascabencana dari Uni Emirat Arab
Baca juga: Wamenhaj: Presiden Prabowo instruksikan masa tunggu haji dipangkas
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































